Guru Besar Unair Ungkap Potensi Bahaya bagi Prabowo, Singgung Pendukung Gibran

PORTALUTAMA.NET – Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Henri Subiakto, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak lengah menghadapi dinamika politik di belakang layar.
Henri bahkan meminta Prabowo melakukan introspeksi agar kekuasaannya tetap aman hingga akhir masa jabatan pada 2029.
“Prabowo harus introspeksi agar kekuasaannya bisa aman sampai akhir 2029,” kata Henri Subiakto, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Henri menilai, kondisi politik saat ini telah berubah dibandingkan saat Prabowo memenangkan Pilpres 2024. Ia menyinggung peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sebelumnya disebut menjadi salah satu pendorong kemenangan Prabowo.
Namun, menurut Henri, kekuatan politik yang berada di belakang Gibran kini justru dapat menjadi tantangan bagi posisi Prabowo.
“Gibran dulunya menjadi pendorong yang membuat Prabowo terpilih jadi Presiden. Sekarang keadaan berubah, Prabowo bisa berbahaya kedudukannya justru karena kekuatan dan permainan politik para pendukung Gibran,” tuturnya.
Henri juga mengingatkan bahwa dinamika politik tidak selalu terlihat secara terbuka di hadapan publik. Menurutnya, apa yang ditampilkan di ruang publik bisa berbeda dengan pembicaraan dan kepentingan yang berkembang di belakang layar.
“Di panggung depan bisa sangat berbeda dengan kenyataan di panggung belakang. Apa yang nampak dan terucap di publik, bisa sangat beda dengan yang dibicarakan di belakang,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bagian dari dinamika politik, ketika setiap kekuatan memiliki kepentingan masing-masing.
“Itulah dinamika politik dari kekuatan yang aslinya punya kepentingan sendiri-sendiri,” katanya.
Henri kemudian menyinggung pernyataan Ketua Projo Budi Arie Setiadi yang sebelumnya mengungkap sejumlah upaya politik.
“Kita tunggu makin terbukanya upaya-upaya mereka yang sempat diungkapkan Ketua Projo Budi Arie Setiadi,” tandasnya.
Source link
