News

Survei Poltracking, Kepercayaan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo Capai 64,8 Persen, Sedang Kepuasan 55,3 Persen



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia 2 tahun pada Selasa (20/10/2026).

Pada momen dua tahun tersebut, sejumlah lembaga survei telah memotret tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo. Salah satu lembaga yang baru saja merilis hasir surveinya adalah Poltracking.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, dalam paparannya menyebutkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 64,8 persen (gabungan dari sangat percaya 10,8 persen dan cukup percaya 54,0 persen). Sementara tidak percaya sebesar 32,1 persen (gabungan dari kurang percaya 28,2 persen dan sangat tidak percaya 3,9 persen).

Sementara untuk tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo, Hanta Yuda Rasyid menjelaskan bahwa terjadi penurunan dibanding sebelumnya. Pada Juli 2026 misalnya, kepuasan publik berada pada angka 58,4 persen turun menjadi 55,3 persen pada Oktober 2026. Sementara yang tidak puas naik dari 40,2 persen pada Juli 2026 menjadi 40,9 persen pada Oktober 2026.

Terhadap program yang membuat masyarakat puas, Poltracking menemukan bahwa bantuan pemerintah yang tepat sasaran memberi kontribusi besar dengan tingkat kepuasan 16,5 persen, disusul program makan bergizi gratis (MBG) sebesar 15,0 persen.

Untuk kepuasan publik terhadap berbagai bidang, masyarakat masih memiliki kepercayaan tinggi pada bidang pendidikan, pertahanan dan keamanan, sosial budaya, kesehatan, serta politik dan stabilitas nasional. Sementata di bidang hukum dan pemberantasan korupsi serta bidang ekonomi, publik lebih banyak tidak puas dengan kinerja pemerintah di dua bidang tersebut.

Pada isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi misalnya, sebanyak 47,5 persen warga tidak puas, dan hanya 43,1 persen yang merasa puas. Begitu juga di bidang ekonomi, dimana tingkat kepuasan warga hanya 36,8 persen, sementara yang tidak puas mencapai 57,8 persen.

Sementara terkait elektabilitas partai politik, Partai Gerindra sebesar 22,9 persen, disusul PDI Perjuangan (PDIP) 13,4 persen dan Partai Golkar 9,1 persen dalam survei nasional pada 30 September hingga 7 Oktober 2026.

Hasil tersebut menggambarkan preferensi politik responden pada periode pengumpulan data. “Gerindra tertinggi, kemudian disusul PDI Perjuangan (PDIP),” katanya.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh elektabilitas 7,1 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,8 persen, dan Partai Demokrat 5,4 persen.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *