Kronologis Penjual Cermin Meninggal Saat Kerusuhan di Pejompongan, Tepat Setahun Wafatnya Ojol Affan Kurniawan

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Pedagang cermin Bambang Setiyawan meninggal dunia saat kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Pria 59 tahun itu dikabarkan meninggal pada 28 Agustus 2026. Tepat setahun wafatnya ojek online (ojol) Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025 akibat dilindas mobil polisi.
Istri Bambang, Sudarsi, menceritakan, saat Kamis sore 27 Agustus 2026, dia masih bersama suaminya berjualan.
Biasanya mereka tutup pada pukul 18.00 WIB. Tapi karena massa aksi mulai berdatangan, Sudarsi meminta bambang tutup lebih awal.
“Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang (tutup),” kata Sudarsi kepada jurnalis, Jumat (29/8/2026).
Setelahnya, mereka berdua kembali ke rumah. Namun sekitar pada pukul 21.00 WIB, kawasan tempat tinggal mereka sudah banyak massa berkerumun.
Menurut Sudarsi, massa sempat terdorong masuk ke kawasan sekitar lokasi tempat tinggal mereka.
Setelah situasi dinilai lebih aman, Bambang kemudian memutuskan keluar rumah.
Sudarsi tak melarang. Mengingat hal itu memang kebiasaan Bambang.
“Dia itu cuma nonton, kadang-kadang membantu ngucurin air buat cuci muka,” kata Sudarsi
Hingga larut malam, Bambang tak kunjung pulang. Sudarsi lalu mencari suaminya hingga pukul 01.30 WIB.
Dia juga sempat mendatangi lokasi dan meminta agar teman-teman Bambang memberitahunya apabila suaminya ditemukan.
“Saya masih berharap ketemu. Saya ke situ, enggak ada,” ucap Sudarsi.
Sekitar pukul 02.30 WIB, dia sempat kembali ke rumah dan beristirahat sekitar 1,5 jam.
Saat terbangun, dia membuka pesan WhatsApp dan mendapati pesan dari Tagor yang sebelumnya diantar oleh anaknya ke RS Pelni.
Tagor ternyata mengira pesan WhatsApp yang dibalas itu berasal dari Bambang.
Setelah mengetahui bahwa yang membalas pesan adalah Sudarsi, anak Bambang yang berada di RS Pelni kemudian kembali ke rumah.
Saat itu, keluarga menyadari Bambang masih belum pulang.
Kepastian mengenai kondisi Bambang diperoleh keluarga sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, setelah anak Bambang menerima sebuah video dan diminta memastikan sosok yang terlihat dalam video tersebut.
Setelah memperhatikan video tersebut, keluarga memastikan sosok itu adalah Bambang.
“Kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas posisi dia, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita enggak tahu,” ungkap Sudarsi.
Keluarga kemudian mendapat informasi bahwa Bambang telah dibawa ke RS Polri.
Sudarsi mengatakan suaminya diduga telah meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit.
Source link
