News

Adi Prayitno Sebut Prabowo Masih Berpeluang Menang pada 2029, Lalu Bagaimana Nasib Gibran?



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik, Adi Prayitno, menyebut Presiden Prabowo Subianto masih memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilpres 2029.

Status sebagai petahana menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat posisi politik Prabowo, meskipun tren elektabilitasnya bisa mengalami kenaikan maupun penurunan.

Adi menyebut, dinamika hasil survei tidak selalu menggambarkan kondisi politik secara permanen.

Menurut dia, sejumlah kebijakan pemerintah, seperti bantuan sosial, perbaikan ekonomi, hingga kemungkinan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), dapat memengaruhi penilaian publik terhadap pemerintahan Prabowo.

Prabowo Masih Punya Peluang di Pilpres 2029

Adi mengatakan, posisi Prabowo sebagai presiden petahana membuatnya masih memiliki modal politik untuk menghadapi kontestasi lima tahunan mendatang.

“Saya juga membayangkan dengan logika Pak Prabowo hari ini yang menjadi kekuasaan menjadi presiden sebagai petahana. Ya saya termasuk yang cukup meyakini bahwa Pak Prabowo masih relatif leading untuk memenangkan pertarungan,” ujar Adi, dikutip fajar.co.id, Senin (19/10/2026).

“Bahwa hari ini ada tren menurun ia. Survei itu kan up and down. Turun naik. Kalau besok-besok ada bantuan sosial, ekonomi membaik, BBM bisa diturunkan, positif lagi itu, Bang,” tambahnya.

Lanjut Adi, perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat.

Karena itu, tren penurunan dalam survei saat ini tidak serta-merta bisa dijadikan patokan untuk membaca peta persaingan pada 2029.

Adi Enggan Berspekulasi soal Prabowo Kembali Berpasangan dengan Gibran

Ketika ditanya apakah Prabowo akan kembali maju bersama Gibran pada Pilpres 2029, Adi mengaku berada dalam posisi yang serba sulit untuk memberikan penilaian.

Ia menyebut, pandangan mengenai kemungkinan pasangan tersebut bisa memunculkan beragam respons dari masyarakat, baik dari pendukung Jokowi maupun pihak yang mengkritik keluarga mantan presiden itu.

“Ah gimana ya? kalau kita bilang sama dengan Gibran, wajah saya termul (Pendukung Jokowi). Termul pasti, tapi kalau saya bilang tidak bareng sama Gibran, haters. Udah gitu, repot,” Adi menuturkan.

Ditekankan Adi, yang bisa menentukan apakah Prabowo tetap bersama Gibran pada 2029 nanti adalah para elit.

“Pak Prabowo tentu saja. Apakah Pak Prabowo mau untuk yang kedua kalinya dengan Gibran. Baru kemudian dikomunikasikan dengan partai-partai koalisi pendukungnya. Siapa yang bisa menolak keinginan presiden kalau memang punya preferensi siapa yang mau jadi wakil atau sebaliknya?,” timpalnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *