Perjalanan Malut United, dari Putra Jombang hingga Singkat Bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Malut United ternyata tidak bertahan lama menjadikan Maluku Utara dan Stadion Gelora Kie Raha sebagai home base mereka.
Nyatanya, Malut United hanya bertahan sekitar 1,5 tahun di stadion yang memiliki sejarah penting bagi klub tersebut.
Pertanyaan pun muncul terkait situasi yang dihadapi Malut United. Apakah ini menjadi dampak besar dari statusnya sebagai salah satu klub hasil akuisisi atau klub kloningan?
Belakangan ini, sepak bola Indonesia memang cukup sering kedatangan klub baru yang pembentukannya dilakukan secara instan.
Dalam arti, sebuah klub lahir melalui akuisisi klub lain sehingga identitas klub sebelumnya menjadi tergadaikan dengan minim tradisi dan histori.
Situasi terbaru yang menimpa Malut United dapat menjadi pembelajaran. Klub tersebut pertama kali berdiri sebagai Putra Jombang pada 2016.
Perjalanan klub berlanjut pada 2021 ketika namanya berubah menjadi Putra Delta Sidoarjo. Lalu pada 2023, saat tampil di Liga 2, klub tersebut diakuisisi dan berganti nama menjadi Malut United.
Pada awalnya, Malut United sama sekali tidak bermarkas di Maluku Utara. Mereka tercatat menggunakan Stadion Madya, Jakarta, saat finis di peringkat ketiga Liga 2 2023/2024.
Pada musim perdana di Liga 1 2024/2025, Malut United juga belum langsung menggelar pertandingan di Maluku Utara. Klub berjuluk Laskar Kie Raha itu baru berkandang di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada 21 November 2024.
Namun, perjalanan Malut United di daerah tersebut akhirnya berakhir dan bisa dikatakan berlangsung sangat singkat.
Artinya, Malut United benar-benar menjadi representasi Maluku Utara hanya selama sekitar 1,5 tahun.
Kini, menjelang Super League 2026/2027, beredar kabar bahwa Malut United akan berpindah secara permanen ke Semarang. Perpindahan tersebut juga disertai perubahan nama klub menjadi “Jateng United”.
Isi Surat Malut United
Berdasarkan salinan surat resmi yang beredar pada Jumat (19/6/2026), surat bernomor 25/MMS-MUtd/VI/2026 tersebut dikeluarkan oleh PT Malut Maju Sejahtera selaku badan hukum yang menaungi Malut United FC.
Surat yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Dirk Soplanit dan Direktur Zainuddin Umasangadji tertanggal 17 Juni 2026 itu ditujukan kepada Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Jakarta.
Dalam perihal surat, secara eksplisit tertulis: “PERUBAHAN NAMA KLUB MALUT UNITED FC DAN PERPINDAHAN HOME BASE”.
Terkait keputusan besar tersebut, manajemen Malut United memberikan penjelasan mengenai langkah yang terbilang mengejutkan itu.
Source link
