News

Makassar Darurat Geng Motor, Desakan Tindakan Tegas hingga Tembak di Tempat Menguat



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Janji Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, mengenai ‘tidak ada tempat paling nyaman bagi penjahat’ selama menjabat kembali diragukan publik.

Hal itu ditengarai oleh maraknya kembali teror komplotan geng motor di kota Makassar. Bahkan anak buah Djuhandhani mengaku kewalahan menghadapi geng motor yang berjumlah tidak sedikit itu. Belum lagi, aksinya terus berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Mereka ini kan selalu berpindah, sudah ada yang kita lakukan tindakan, kemudian kita bubarkan, tetapi mereka tetap melakukan itu,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, 22 April 2026 kemarin.

Publik juga merasa geram lantaran Polisi terkesan buta dan tuli atas kejadian di lapangan. Sejumlah korban berjatuhan, sementara pelaku yang ditangkap dibebaskan dengan alasan masih di bawah umur.Sejauh ini, belum ada tindakan tegas yang betul-betul mampu membuat para pelaku bertobat. Ancaman tembak di tempat pun hanya seperti hiburan bagi keluarga korban.

Saatnya Pelaku Diproses TegasKriminolog Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Heri Tahir, mengatakan bahwa Polisi tidak boleh lagi memberikan ampunan kepada para pelaku. Ia memberikan isyarat bahwa tindakan tegas terukur atau tembak di tempat bisa saja dilakukan jika pelaku itu telah berulang kali terlibat.

“Betul, memang kan selama ini bahwa kesulitan terhadap geng motor karena rata-rata anak di bawah umur. Anak di bawah umur itu kan selalu mengedepankan pendekatan diversi,” ujar Prof Heri kepada fajar.co.id, Selasa (28/4/2026).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *