News

Mangkir dari Sidang Ijazah dan Pilih ke NTT, Eks Relawan Jokowi Mengaku Sudah Tidak Percaya



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial Yusuf Muhammad yang dikenal dengan nama Yusuf Dum Dum mempertanyakan kehadiran mantan Presiden Joko Widodo di NTT yang waktunya berbarengan dengan sidang kasus ijazah.

“Saya pribadi sejak awal tidak percaya dengan kengibulan mereka. Sudah kapok rasanya. Maaf, namanya juga alumni garis keras. Hahahaha… Tapi alhamdulillah sudah diberikan kesadaran,” tulis Yusuf dikutip fajar.co.id dari akun pribadinya, Minggu (20/9/2026).

Menurut Yusuf, publik selama ini menunggu pembuktian ijazah asli di persidangan sebagaimana yang sempat disampaikan pihak Jokowi.

“Sudah seringkali Jokowi dan pendukungnya menyampaikan akan hadir di persidangan dan membawa bukti ijazah asli. Tapi faktanya sampai sekarang publik belum melihat bukti itu terealisasi,” ujarnya

Yusuf menilai wajar jika muncul kecurigaan di tengah masyarakat karena agenda ke NTT bertepatan dengan jadwal sidang.

“Lagian, ngapain Jokowi ke NTT kalau hanya mau bilang sama korban ‘saya tidak bisa apa-apa, karena saya sekarang pensiunan’,” kritiknya.

Ia berpendapat, Jokowi seharusnya memprioritaskan kehadiran di pengadilan untuk mengikuti langsung proses persidangan.

“Harusnya Jokowi bisa mengutamakan kasusnya dengan hadir di pengadilan dan melihat proses persidangan secara langsung,” ucapnya.

Yusuf juga menyoroti pola ketidakhadiran pihak Jokowi di sejumlah sidang sebelumnya.

“Perhatikan saja, setiap kali persidangan kasus ijazah digelar, ada saja alasan yang disampaikan dari pihak Jokowi agar bisa menghindar dari sidang,” ujarnya.

Ia menambahkan, karena kejadian serupa dinilai berulang, kepercayaan publik terhadap janji kehadiran di sidang menjadi menurun.

Sebelumnya, terdakwa dalam perkara ini, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa melalui unggahan di media sosial, mempertanyakan sikap Jokowi yang memilih hadir di tengah masyarakat terdampak gempa di NTT daripada membuktikan keaslian dokumen pendidikannya di meja hijau.

Dokter Tifa menilai agenda Jokowi ke wilayah Indonesia timur tersebut tidak memberikan dampak signifikan, mengingat yang bersangkutan kini telah mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala negara.

“Toh juga mengaku kalau sudah pensiun dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau hanya sekadar bilang ke korban bencana bahwa tidak bisa melakukan banyak hal karena status pensiunan, untuk apa ke sana?” kritik Dokter Tifa.

Ia menekankan bahwa langkah paling tepat yang seharunya diambil Jokowi adalah hadir secara langsung memperjelas duduk perkara kasus hukum yang saat ini menarik perhatian nasional.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *