Viral! Oknum BGN Makan Chicken Katsu Sambil Sindir Korban MBG Kehilangan Ingatan 70 Persen

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sebuah video yang diduga menampilkan pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan di media sosial setelah ucapannya dinilai menyindir korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam video yang beredar, pria yang disebut bernama Gerardus Permanaditya terlihat sedang menyantap chicken katsu yang disebutnya dimasak sehari sebelumnya.
“Btw gua makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak? Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen,” ucapnya dalam video tersebut.
Ucapan itu dikaitkan warganet dengan kasus Febiona Purba, siswi korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sebelumnya dikabarkan mengalami penurunan daya ingat.
Video tersebut kemudian menuai kritik karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap korban.
Nama Gerardus turut dikaitkan dengan satuan pelayanan program gizi di wilayah Bantul. Namun, keterkaitannya dengan satuan pelayanan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Diketahui, kabar mengenai Febiona yang disebut mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen sebelumnya beredar setelah ia menjalani perawatan usai dugaan keracunan MBG.
Namun, hasil pemeriksaan di RSCM pada 16 September 2026 menyatakan kondisi ingatan Febiona berangsur dalam keadaan baik, baik memori jangka pendek maupun jangka panjang. Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) juga tidak menunjukkan gangguan.
Puluhan Korban Keracunan MBG di Kendari
Sementara itu, insiden terbaru terkait keracunan massal terjadi di Kendari. 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Kendari, Mulyadi, mengonfirmasi bahwa penutupan sementara distribusi MBG di SPPG Watubangga berlaku mulai Sabtu (19/9/2026).
“SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga telah mendapat Surat Pemberhentian Operasional Sementara dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN,” ujar Mulyadi.
Selama masa penghentian, SPPG Watubangga dilarang keras memproduksi maupun mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat. Pihak BGN masih melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menentukan jadwal pembukaan kembali operasional fasilitas tersebut.
Mulyadi mencatat, korban terdampak umumnya merupakan siswa dari MTs Al Askar Kendari dan MA Al Askar Kendari.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, fasilitas kesehatan, serta pemerintah daerah untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis yang maksimal. Seluruh biaya pengobatan dan perawatan para pelajar ditanggung penuh oleh BGN,” tegasnya. (sam/fajar)
Source link
