Gibran Bicara soal Polemik Ijazah: Anggap Saja Pernak-pernik Demokrasi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenai polemik ijazah miliknya kembali mencuat di media sosial.
Potongan video saat Gibran berbicara dalam program Gibran Bicara bersama Pimpinan Redaksi Emtek Media, Retno Pinasti pada 2 Desember 2025 lalu, kembali beredar luas.
Kemunculan kembali video tersebut terjadi menjelang sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan yang diajukan Prof Denny Indrayana dan sejumlah pihak.
Dalam video tersebut, Gibran secara terbuka membahas persoalan ijazah yang disebutnya sudah dipermasalahkan sejak dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Ijazah Sudah Dipersoalkan Sejak Jadi Wali Kota
Gibran mengatakan persoalan mengenai ijazahnya bukan baru muncul setelah dirinya menjadi Wakil Presiden.
Seingatnya, isu tersebut sudah mencuat ketika masih memimpin Kota Solo. Ia bahkan mengaku pernah menunjukkan ijazah aslinya kepada publik.
“Ijazah sudah dipermasalahkan dari zaman saya walikota. Sudah saya tunjukkan ke publik ijazah saya,” ujar Gibran, dikutip fajar.co.id, Selasa (6/10/2026).
Pernyataan tersebut kemudian kembali menjadi perhatian setelah potongan video itu muncul lagi di media sosial.
Mengaku Pernah Tunjukkan Ijazah
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga merespons mengenai dokumentasi saat dirinya menunjukkan ijazah tersebut kepada publik.
“Sudah (ditunjukkan), nanti anu ya, kalau ada klipnya tunjukkan saja. Menunjukkan ijazah saya,” sebutnya.
Gibran kemudian menegaskan bahwa dirinya memang telah menunjukkan ijazah tersebut ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
“(Saya tunjukkan waktu masih Walikota) Karena dari zaman Walikota sudah dipermasalahkan. Ya sudah langsung saya tunjukkan ini,” imbuhnya.
Ia kemudian mengatakan polemik serupa kembali muncul setelah dirinya menjabat sebagai Wakil Presiden.
Sekolah Disebut Berinisiatif Beri Penjelasan
Gibran juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah tempat dirinya menempuh pendidikan kemudian mengambil langkah untuk memberikan penjelasan.
“Ini dipermasalahkan lagi, ya sudah. Akhirnya dari sekolah saya berinisiatif untuk melakukan press release,” tandasnya.
Putra sulung Presiden ke-7, Jokowi, ini bilang bawa perbedaan pendapat mengenai persoalan tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi.
“Tapi ya pro dan kontra ini hal yang biasa dan ya ini kita anggap aja pernik-pernik demokrasi lah,” kuncinya.
Sebelumnya, Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar menyebut persoalan tersebut perlu dilihat secara utuh, terutama karena riwayat pendidikan Gibran tidak hanya ditempuh dalam satu sistem pendidikan nasional.
Source link
