News

Bakom RI: Merpati Ratusan Juta Itu Wajar



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Polemik pengadaan burung merpati untuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara menuai kritik publik.

Anggaran ratusan juta rupiah yang dikeluarkan untuk pengadaan tersebut dinilai sebagian pihak sebagai bentuk pemborosan.

Namun, Deputi I Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Fahd Pahdepie, membantah anggapan tersebut.

Menurut Fahd, kegiatan yang digelar di Istana Negara memiliki skala nasional sekaligus dimensi internasional sehingga tidak dapat dibandingkan dengan kegiatan berskala kecil.

Hal itu disampaikan Fahd dalam program ROSI Kompas TV, Jumat (21/8/2026).

“Sebetulnya kita harus lihat skalanya, ya, nasional. Kita bisa nggak membandingkan sebuah program atau kegiatan yang skala nasional dengan ukuran yang pribadi atau lebih kecil, kan tidak bisa juga,” ujar Fahd, dikutip Fajar.co.id, Sabtu (22/8/2026).

Skala Nasional dan Dimensi Internasional

Fahd menegaskan, perayaan kemerdekaan di Istana Negara memiliki dimensi yang luas, tidak hanya nasional tetapi juga internasional.

Ia menyebut acara tersebut berkaitan dengan martabat nasional atau national dignity yang perlu dijaga di mata dunia.

“Di sana kan ketika kita bicara perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, bukan hanya punya dimensi nasional tetapi juga dimensi internasional sebagai national dignity (martabat nasional) kepada dunia internasional, di mana Indonesia negara yang berdaulat dan punya pride untuk merayakan sesuatu,” jelasnya.

Atas dasar itu, Fahd menolak jika pengadaan burung merpati dinilai semata-mata dari sisi efisiensi anggaran.

Menurutnya, efisiensi seharusnya diterapkan pada kegiatan atau pengadaan yang tumpang tindih, bukan pada acara seremonial kenegaraan yang memiliki nilai simbolis.

“Jadi kita tidak bisa menilai ini (pembelian burung merpati) sebagai efisien atau tidak efisien. Efisiensi itu adalah terhadap hal-hal yang selama ini dilakukan tumpang tindih, misalnya,” tandasnya.

ICW Soroti Pengadaan Merpati Rp305 Juta

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap adanya pengadaan burung merpati senilai Rp305 juta yang disebut berkaitan dengan rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pengadaan tersebut tercatat dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan dimenangkan oleh Indoglobal Multi Karya.

Staf Investigasi ICW, Azhim Syah, mengatakan temuan tersebut menjadi sorotan bukan semata karena nilai pengadaannya, tetapi karena dilakukan ketika pemerintah tengah mendorong efisiensi belanja negara.

“ICW menemukan adanya pengadaan burung merpati senilai Rp305 juta dalam rangka perayaan Kemerdekaan RI. Pengadaan dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara yang dimenangkan oleh Indoglobal Multi Karya,” ujar Azhim, dikutip Fajar.co.id, Jumat (21/8/2026).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *