Prabowo Disebut Punya Semangat Jadikan RI Negara Besar, tapi Kedaulatan Digital Tidak Jelas Roadmapnya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Di tengah peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, refleksi mengenai makna merdeka tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, ekonomi, dan kekuatan pertahanan.
Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Prof Henri Subiakto, justru bicara persoalan yang menurutnya akan menjadi pondasi kehidupan masyarakat di masa depan, yakni kedaulatan digital.
Henri mengatakan bahwa Indonesia telah mengalami berbagai kemajuan selama 81 tahun merdeka.
Namun, di balik capaian tersebut, ia melihat masih terdapat pekerjaan besar yang belum memiliki arah jelas, terutama dalam mengamankan data dan kehidupan digital masyarakat Indonesia.
81 Tahun Merdeka, Indonesia Terus Berkembang
Henri mengawali refleksinya dengan melihat perjalanan panjang Indonesia sejak kemerdekaan. Menurutnya, Indonesia saat ini telah tumbuh menjadi negara besar dengan berbagai pembangunan dan kemajuan.
“Kita sudah jadi negara besar yang terus membangun dengan berbagai kemajuan,” ujar Henri dikutip fajar.co.id, Selasa (18/8/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan bangsa tersebut telah dipimpin oleh sejumlah presiden dengan karakter dan kebijakan yang berbeda-beda.
“Kitapun sudah punya 8 orang presiden yang pernah memimpin bangsa ini sepanjang sejarah,” ucapnya.
Dalam refleksinya, Henri turut menyinggung Presiden Prabowo Subianto.
Ia menggambarkan Prabowo sebagai sosok berlatar belakang militer yang memiliki semangat nasionalisme dan ambisi menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
“Bahkan Presiden kita sekarang, Prabowo Subianto adalah Presiden mantan jenderal Kopasus, dengan nasionalisme yang tinggi, dan memiliki semangat mau membuat Indonesia jadi negara besar maju dan kaya,” tukasnya.
Henri juga menekankan bahwa sejumlah program pemerintah saat ini membawa semangat patriotisme dalam pembangunan nasional.
“Program programnya adalah mengobarkan patriotisme untuk membangun masa depan bangsa,” imbuhnya.
Namun, kata Henri, semangat tersebut perlu diikuti dengan perhatian terhadap aspek lain yang semakin menentukan masa depan negara.
Kedaulatan Digital Masih Lemah
Henri kemudian mengarahkan refleksinya pada persoalan kedaulatan digital.
Kata dia, Indonesia justru masih memiliki kelemahan besar dalam aspek tersebut.
“Namun dalam konteks kedaulatan digital sebagai dasar kehidupan masa depan, ternyata Indonesia sangat lemah,” jelasnya.
Ia bahkan mempertanyakan kesiapan Indonesia untuk membangun kedaulatan digital dalam jangka panjang.
“Bahkan berangan-angan untuk punya kedaulatan digital di masa depan pun belum jelas roadmapnya,” timpalnya.
Menurut Henri, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena kehidupan masyarakat semakin bergantung pada teknologi digital.
Source link
