Mentan Amran Ungkap Mafia Beras Main di Beras Fortofikasi, Said Didu: Bongkar Terus

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, menyatakan dukungan penuh terhadap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam upaya pemberantasan mafia beras yang masih merajalela di Indonesia.
Aktivis sosial tersebut merespons kekesalan yang diungkapkan Andi Amran terhadap perilaku mafia pangan, yanh hanya mengubah pola kerjanya ketika pola yang dilakukan sebelumnya berhasil di ungkap.
“Pak Mentan – bongkar terus,” tandas tokoh asal Pinrang, Sulsel tersebut.
Sebelumnya, dalam sebuah rapat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang membahas tentang pengendalian inflasi, Andi Amran sampai meluapkan kekesalannya di hadapan Mendagri, Tito Karnavian dan perserta rapat lainya.
Mentan Amran mengungkap pola permainan mafia pangan yang mempermainkan harga serta dalam melakukan kecurangan beras.
Andi Amran bahkan berani memastikan rapat pengendalian inflasi tidak akan berguna terus dilakukan, sementara para pelaku yang mempermainkan harga beras tidak ditangkap.
“Tapi enggak tahu sudah ditangkap belum itu. Ini enggak percuma kita rapat, maaf, percuma kita rapat gini terus-terus, tapi yang main orang di luar,” kata Amran.
Mentan Amran mengungkap, para pihak terutama kooporasi besar yang mempermaikan harga bisa mendapat keuntungan ratusan miliar hanya dalam sehari. Keuntungan itu bisa diperolehnya dengan sekadar menaikkan harga beras sebesar Rp1.000 rupiah.
“Dia satu kali itu ambil uang, aku buka saja, seribu rupiah dinaikkan, dia dapat Rp200 miliar satu hari,” ujarnya.
Dia lantas mengungkap pola yang sebelumnya dilakukan para mafia tersebut melalui beras oplosan yang diberi merek beras premium. Dimana dalam praktik kecurangan harga tersebut, kerugian yang terjadi mencapai Rp100 triliun.
“Dulu kan beras oplos. Merugikan Rp100 triliun, Rp90 triliun, kemarin Rp89 triliun, dia cuma pindah (modus),” ungkapnya.
Setelah praktik beras oplosan dikemas menjadi beras premiun tersebut dibongkar, para mafia kini beralih dengan cara baru. Amran mengungkap para pelaku yang mempermainkan harga beras tersebut beralih ke beras fortofikasi.
Andi Amran menjelaskan bahwa beras fortofikasi tersebut adalah beras yang diklaim ditambahkan vitamin B12 di dalamnya. Namun, Amran memastikan klaim tersebut palsu karena sama sekali beras fortofikasi tersebut tidak mengandung vitamin tambahan sebagaimana klaim mereka.
“Apa itu fortifikasi? Dikasih vitamin B12. Vitamin B dikasih, ternyata tidak ada vitaminnya. Kami periksa di lab,” tuturnya.
Atas pola permainan baru itu, Andi Amran mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
Source link
