Jejak Ijazah Jokowi Mulai Terungkap, Bonjowi Buru Dokumen Asli hingga Skripsi dari UGM

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Anggota Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi), Lukas Luwarso, mengungkap pendekatan yang digunakan kelompoknya dalam menelusuri polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Lukas mengatakan Bonjowi tidak ingin terjebak dalam perdebatan mengenai apakah ijazah Jokowi asli atau palsu. Mereka memilih pendekatan yang disebut sebagai “jalan ketiga” untuk mencari bukti dan menelusuri proses penerbitan ijazah tersebut.
Pendekatan itu, kata Lukas, merujuk pada gagasan The Third Way yang dikembangkan sosiolog Anthony Giddens.
“Jadi intinya kami ingin kalau saya boleh agak ilmiah, menggunakan paradigma Anthony Giddens. Tahun 90-an Anda pernah membaca buku The Third Way,” kata Lukas dalam program Rakyat Bersuara bertajuk “Pengadilan Tata Usaha Negara: Ijazah Jokowi Harus Dibuka, Kasus Selesai?” dikutip dari kanal Youtube iNews, Rabu (12/8/2026).
Menurut Lukas, pendekatan tersebut digunakan untuk menghindari kesimpulan prematur mengenai keaslian ijazah Jokowi.
Bonjowi, kata dia, ingin terlebih dahulu menelusuri dokumen dan bukti yang dapat diverifikasi untuk mengetahui apakah ijazah tersebut diperoleh melalui proses pendidikan dan administrasi yang benar.
“Jadi ada jalan ketiga untuk menyelesaikan sengketa perselisihan yang bersifat sentimen asli atau palsu. Nah kita mencoba mendekati dengan paradigma ketiga, oke terlepas asli atau palsu, mari kita tengok, apakah ada dokumen-dokumen yang mendukung bahwa ijazah Jokowi didapatkan melalui proses yang benar, dan didukung oleh bukti-bukti,” ujarnya.
Lukas menegaskan Bonjowi tidak ingin menarik kesimpulan berdasarkan dokumen yang belum diketahui atau belum dapat diverifikasi keasliannya.
Ia juga membandingkan pendekatan kelompoknya dengan penelitian sejumlah pihak yang sebelumnya menelaah salinan ijazah Jokowi yang beredar di media sosial.
“Karena terus terang kami tidak seperti yang dilakukan Roy Suryo dan kawan-kawan, kami tidak ingin terjebak dalam perdebatan-perdebatan asumtif, asli atau palsu. Kita gak bisa membuktikan asli atau palsu,” kata Lukas.
“Kita baru bisa melakukan penilaian itu asli atau palsu setelah memang mendapatkan bukti-bukti autentik dokumen yang bisa diverifikasi,” sambungnya.
Lukas kemudian menyinggung penelitian Roy Suryo dan sejumlah pihak terhadap salinan ijazah Jokowi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, salinan dokumen yang beredar di media sosial tidak cukup untuk menjadi dasar menentukan keaslian sebuah dokumen.
“Jadi setahu saya Roy Suryo itu kan meneliti salinan ijazah yang diposting di X, media sosial. Karena memang tidak bisa meneliti ijazahnya Jokowi,” tuturnya.
Source link
