UMB Beri Ultimatum Keras kepada Rifaldy Fajar, Jika Tak Hadir Klarifikasi hingga 3 Juni Kasus Dugaan Pencatutan Nama Akan Dibawa ke Polda Sulsel

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Polemik dugaan pencatutan nama sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) dalam sejumlah publikasi ilmiah dan konferensi internasional terus bergulir. UMB kini mengambil langkah lebih tegas dengan memberikan ultimatum kepada Rifaldy Fajar untuk segera datang ke Bulukumba dan memberikan klarifikasi atas persoalan tersebut.
Pihak kampus bahkan menyatakan siap membawa kasus ini ke ranah hukum apabila yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan hingga batas waktu yang telah ditentukan. UMB menilai persoalan ini telah mencoreng nama baik institusi karena afiliasi kampus disebut digunakan tanpa izin dalam sejumlah kegiatan akademik internasional.
Rifaldy Fajar sebelumnya menjadi sorotan setelah diduga memalsukan data riset dalam ajang International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026. Dalam kasus tersebut, nama ibunya, Elfiany Syafruddin, juga disebut dicatut sebagai bagian dari sivitas akademika UMB untuk kepentingan publikasi ilmiah dan konferensi.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB, Ilmar Andi Achmad, menegaskan pihak kampus telah memberikan kesempatan kepada Rifaldy untuk memberikan penjelasan secara langsung. Namun apabila kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan, UMB akan melanjutkan proses hukum.
“Kalau tidak datang besok (3 Juni), rencana Kamis (4 Juni) saya mau lapor ke Polda,” kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB Ilmar Andi Achmad kepada fajar.co.id, Selasa (2/6/2026).
Tak hanya itu, Ilmar juga membantah pernyataan yang disampaikan Elfiany Syafruddin mengenai rentang waktu penggunaan afiliasi UMB. Menurutnya, bukti yang dimiliki kampus menunjukkan penggunaan afiliasi tersebut masih ditemukan pada tahun 2026.
“Kami punya bukti ada banyak artikel di 2026,” ujar Ilmar.
Sebelumnya, Elfiany Syafruddin telah memberikan klarifikasi terkait kemunculan namanya dalam sejumlah artikel ilmiah yang menggunakan afiliasi Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa identitasnya digunakan dalam berbagai publikasi akademik tersebut.
“Saya tidak tahu. Saya tidak tahu. Saya tidak mengetahui apapun,” kata Elfiany kepada jurnalis di Bulukumba, Jumat (29/5/2026).
Setelah meminta penjelasan kepada anaknya, Rifaldy Fajar, Elfiany mengaku baru mengetahui bahwa namanya selama ini digunakan dalam sejumlah penelitian dan konferensi.
“Yang saya tahu. Anak saya melakukan penelitian, konferensi… Setelah saya konfirmasi anak saya, dia bilang “memang ibu saya pakai namata”. Tapi saya tidak tahu, tidak tahu apapun dalam hal ini,” terang Elfiany.
Source link
