News

Dee Lestari Sentil Retorika Kosong di Tengah Karhutla: Selamat Hari Trauma Sedunia di Buana yang Terpanggang Api



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Penulis Dee Lestari melontarkan kritik tajam terhadap retorika dan seremoni yang dinilainya tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan yang menyinggung kondisi dunia yang tengah menghadapi persoalan lingkungan.

Dalam pernyataannya, Dee mengungkapkan kelelahan terhadap retorika yang dianggap kosong, seremoni tanpa faedah, hingga kebijakan yang menuntut masyarakat beradaptasi tanpa disertai solusi.

“Lelah sudah dengan retorika kosong. Muak maksimum dengan seremoni wah tanpa faedah,” tulis Dee Lestari dikutip Threads Sabtu (17/10/2026).

Dalam unggahan yang sama juga Dee turut melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang menurutnya lebih berorientasi pada proyek jangka pendek daripada memikirkan keberlangsungan hidup generasi mendatang.

“Perampok haus proyek yang berpikir cuma sampai esok dan bukan generasi,” tulisnya.

Lebih lanjut Dee menyindir mereka yang dinilainya tidak mendengarkan persoalan masyarakat dan mengabaikan nurani. Ia kemudian menutup pernyataannya dengan kalimat satir yang menyinggung kondisi bumi di tengah berbagai persoalan lingkungan.

“Meminta kita beradaptasi tanpa solusi. Selamat Hari Trauma Sedunia di buana yang terpanggang api. Sungguh sebuah kebetulan yang kebenaran,” jelasnya.

Data resmi menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla per 11 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62.400 kasus dialami balita berusia 0–5 tahun.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya beban kesehatan yang harus dihadapi masyarakat di wilayah terdampak.

Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 serta sejumlah polutan lain yang dapat mengganggu sistem pernapasan.

Paparan asap juga berisiko memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya.

Berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla BNPB yang diperbarui pada 16 Oktober 2026, kebakaran masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah rawan, termasuk Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Dashboard tersebut mencatat estimasi 1.220,71 hektare lahan terbakar dalam periode 24 jam terakhir pada enam provinsi yang dipantau.

Angka ini merupakan data harian, bukan akumulasi luas karhutla sepanjang 2026.
Pada saat yang sama, BNPB mencatat pengerahan 53.848 personel gabungan untuk penanganan di enam provinsi tersebut. (Elva/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *