Said Didu Bantah Cari Jabatan, Singgung Era Jokowi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, membantah tudingan bahwa kritiknya terhadap ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkaitan dengan kepentingan untuk mendapatkan jabatan.
Ia justru mengungkit keputusannya mundur dari sejumlah posisi ketika Joko Widodo (Jokowi) masih menjalani periode pertama sebagai presiden.
Polemik itu bermula dari komentar seorang pengguna media sosial X yang mempertanyakan fokus kritik Said Didu. Warganet tersebut menilai Said Didu seharusnya lebih banyak menyoroti kinerja pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), alih-alih terus mempermasalahkan ijazah Gibran.
“ Mending sampean kritis kinerja pemerintah dalam penanggulan karhuta, kalau bahas ijazah mulu artinya pengen jabatan juga dong. Lagian omon-omon dong ngehujat geng solo tapi gak berani bertindak itu percuma buang-buang waktu,” tulis pengguna akun X tersebut.
Menanggapi komentar itu, Said Didu memberikan jawaban singkat sebelum menjelaskan alasan yang mendasari bantahannya terhadap tudingan mencari jabatan.
“Beginilah kalau #asalmangap,” tulis Said Didu, dikutip Selasa (13/10/2026).
Said Didu Ungkit Keputusan Mundur pada Era Jokowi
Said Didu kemudian menyatakan bahwa dirinya telah memilih mundur dari berbagai posisi ketika Jokowi masih berkuasa pada periode pertama kepresidenannya. Ia mengaitkan keputusan tersebut dengan pandangannya terhadap dinasti politik Jokowi.
“Saya mundur dari segala posisi saat Jokowi masih berkuasa periode pertama karena saya makin tahu bahwa dinasti ini pembohong dan culas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi dasar bagi Said Didu untuk membantah anggapan bahwa kritiknya terhadap persoalan ijazah Gibran didorong keinginan memperoleh jabatan.
Ia mempertanyakan tudingan tersebut dengan merujuk pada keputusan meninggalkan sejumlah posisi ketika Jokowi masih menjabat presiden.
“Jadi salah total jika Anda katakan saya cari jabatan. Jelas ???” imbuh Said Didu.
Polemik Kritik terhadap Pemerintah
Perdebatan ini memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai fokus kritik terhadap pemerintah. Pengguna X yang mengomentari Said Didu menyoroti penanganan karhutla, sedangkan Said Didu menanggapi tudingan bahwa kritiknya terhadap persoalan ijazah Gibran berkaitan dengan kepentingan jabatan.
Namun, percakapan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan motif di balik kritik Said Didu maupun alasan pihak lain melontarkan tudingan tersebut.
Pernyataan mengenai dinasti politik Jokowi juga merupakan pandangan Said Didu yang disampaikan dalam perdebatan di media sosial.
Source link
