News

China Kecam Serangan Bandara Riyadh, Puluhan Tewas dan Ratusan Terluka



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pemerintah China mengecam serangkaian serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan sejumlah orang dan melukai ratusan lainnya.

Beijing juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik berisiko memperburuk ketegangan di kawasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan kecaman tersebut dalam konferensi pers di Beijing, Senin (12/10/2026). Ia menegaskan bahwa China menentang serangan terhadap warga sipil maupun infrastruktur sipil.

“China mengutuk serangan-serangan yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka tersebut, serta menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik. Kami menentang serangan terhadap warga sipil maupun infrastruktur sipil,” kata Mao Ning, dilansir ANTARA.

China juga mendesak pihak-pihak yang terlibat agar menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan regional.

“Kami mendesak para pihak terkait untuk menahan diri dari tindakan yang dapat semakin meningkatkan ketegangan kawasan,” ujarnya.

Beijing mendorong penyelesaian perbedaan melalui dialog dan negosiasi guna memulihkan perdamaian serta stabilitas di kawasan.

Serangan Bandara Riyadh Tewaskan Korban Sipil

Serangan pada Sabtu (10/10/2026) menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan 12 orang tewas dan 309 lainnya terluka dalam serangan tersebut. Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka serius.

Sehari kemudian, serangan kembali terjadi di terminal penumpang bandara yang sama. Seorang warga Pakistan dilaporkan tewas dan 11 orang lainnya terluka. Rentetan serangan tersebut mendorong otoritas Arab Saudi mengambil langkah pengamanan terhadap operasional penerbangan.

Kelompok Houthi di Yaman dituding berada di balik serangan itu. Pemerintah Arab Saudi dan koalisi pimpinan negara tersebut menyatakan akan memberikan tanggapan tegas.

Tudingan terhadap Houthi muncul di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur Arab Saudi, termasuk fasilitas penerbangan dan energi. Namun, respons militer lanjutan berisiko memperluas konflik dan meningkatkan ancaman terhadap warga sipil.

Koalisi Saudi Sebut Serangan sebagai Kejahatan Perang

Juru Bicara Pasukan Koalisi, Mayor Jenderal Turki Al Malki, menyatakan serangan pada Sabtu menyasar terminal penumpang Bandara Internasional King Khalid dan menimbulkan korban dari kalangan warga sipil serta staf bandara.

Al Malki mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan teroris yang melanggar hukum humaniter internasional.

“Serangan teroris pengecut oleh milisi Houthi di terminal penumpang Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menewaskan dan melukai sejumlah penumpang sipil serta staf bandara. Berdasarkan Hukum Humaniter Internasional, tindakan ini sepenuhnya merupakan kejahatan perang,” tegas Al Malki, sebagaimana dikutip dalam materi pemberitaan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *