News

Antrean Solar di Makassar Kembali Mengular, Sopir Truk Minta Kapolda Baru Buktikan Ketegasan



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Kondisi tersebut dikeluhkan para sopir truk yang harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Salah seorang sopir truk, Hakim (49), mengaku antrean solar kembali terjadi setelah sempat beberapa waktu tidak terlihat.

Ia ditemui saat mengantre di SPBU Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, Selasa (13/10/2026) petang.

Hakim mengatakan dirinya telah menunggu sejak pukul 13.30 Wita. Namun, ia sempat mendapat informasi dari petugas SPBU bahwa solar baru akan tersedia kembali sekitar pukul 17.00 Wita.

“Dari jam 13.30 Wita tadi. Sempat jual tadi cuma dia (petugas SPBU) bilang jam 17.00 WITA lagi baru datang solarnya kan,” ujar Hakim di lokasi.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab solar belum tersedia. Informasi yang diterimanya hanya menyebutkan bahwa pasokan baru akan datang dan kendaraan bisa kembali masuk setelah itu.

Antrean Solar Disebut Sudah Berlangsung Berbulan-bulan

Hakim mengatakan persoalan antrean solar bukan hal baru. Seingatnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama berbulan-bulan dan kerap terjadi ketika sopir mendatangi SPBU untuk mengisi BBM.

“Sudah lama ini, sudah bulanan-bulanan. Kurang (stok) karena kadang kan kita datang sini solarnya tidak ada,” ungkapnya.

Ia menyebut antrean panjang bahkan menjadi pemandangan yang hampir setiap hari ditemuinya.

“Tiap hari. Sangat mengganggu operasional. Tidak lancar lagi ekonomi kalau begini,” tuturnya.

Hakim sendiri mengaku telah menjadi sopir di Makassar selama sekitar 15 tahun. Dalam pekerjaannya, ia kerap mengangkut barang campuran menuju sejumlah daerah, termasuk Masamba, Kabupaten Luwu Utara, bahkan hingga Provinsi Gorontalo.

Bisa Antre hingga Dua Hari demi Solar

Hakim mengungkapkan, antrean solar yang panjang dapat membuat sopir kehilangan banyak waktu sebelum memulai perjalanan.

Untuk rute Makassar-Masamba, misalnya, ia menyebut sopir terkadang harus mengantre hingga dua hari agar memperoleh BBM yang cukup untuk perjalanan pulang-pergi.

“Luar biasa kalau sudah ada muatan, kita antre sampai dua hari baru dapat BBM untuk ke sana karena harus solar PP baru bisa berangkat dari Makassar,” jelasnya.

Lanjut Hakim, kebutuhan solar akan semakin besar bagi truk yang melayani perjalanan ke daerah yang lebih jauh, seperti Gorontalo dan Manado.

Ia menyebut kebutuhan solar untuk perjalanan pulang-pergi ke Manado bisa mencapai sekitar 700 liter.

Sementara itu, kapasitas tangki kendaraan yang biasa digunakannya berkisar 80 hingga 90 liter.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *