Mahfud MD Tegaskan Katakan Polemik Ijazah Gibran Bukan Hanya Soal ada atau tidaknya Ijazah

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menyorot soal polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Lewat salah satu unggahan di akun Channal YouTube Mahfud MD Official, ia menyebut polemik ini penuh kecurangan yang merusak peradaban dan konstitusi.
Berbagai regulasi kepemiluan diakali demi meloloskan putra Joko Widodo (Jokowi) itu ke pentas Pilpres yang kemudian dimenangkan bareng Prabowo Subianto sebagai calon presiden ketika itu.
Mahfud MD mengatakan dari kecurangan ini meninggalkan jejak yang mengoyak konstitusi yang selama ini dijaga dengan sungguh-sungguh.
Salah satu contoh kecurangan yang dijelaskannya adalah kemunculan mendadak Pasal 18 ayat 3 dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023.
Aturan terkait ini diduga sengaja dirancang untuk menyelamatkan Gibran. Ia dengannya tak memiliki kewajiban menunjukkan ijazah sekolah menengah atas luar negerinya yang belakangan diputus pengadilan tidak memiliki bukti penyetaraan yang meyakinkan.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD tegas mengatakan adanya regulasi ini melampaui batas pelanggaran biasa. Ia menilainya sebagai bentuk kejahatan moral yang terstruktur.
Mahfud bahkan punya kekhawatiran soal kejadian ini bisa menanamkan benih pemikiran bahwa semua cara, termasuk mengakali hukum, boleh dilakukan asalkan tujuan politik tercapai.
“Bukan hanya administrasi. Ini nih merusak peradaban orang, lalu biasa curang, asal menang sudah gini, asal caranya diatur begini,” kata Mahfud MD.
“Semua takut pada saat itu ketika pasal 18 ini masuk,” ujarnya.
Ia pun memberi penjelasan bahwa pembahasan atau pokok permasalahan ini bukan semata-mata terkait ada atau tidaknya ijazah.
Poin krusial yang harus disoroti oleh publik adalah bagaimana prosedur kenegaraan diakali sedemikian rupa lewat penyelundupan regulasi.
“Kita tidak mempersoalkan ini ijazah ada atau tidak, tetapi proses ketiadaan ini lalu diberi jalan secara curang seperti itu gitu,” ungkapnya.
Sarankan Mundur
Menurut Mahfud, langkah memilih mundur ini sebagai suatu langkah yang bijak diambil oleh Gibran ditengah tekanan dan polemik politik.
Ia memetakan bahwa opsi mundur secara mandiri jauh lebih elegan dibanding harus melewati benturan proses pemakzulan di parlemen.
Mahfud MD juga mengatakan mundur di saat ini bukanlah sebuah kekalahan. melainkan strategi bertahan jangka panjang.
Saran ini disampaikan langsung oleh Mahfud MD melalui kanal YouTube milik pribadinya.
Menurutnya, mundur saat ini bisa jadi kesempatan mematangkan konsolidasi politik demi menyongsong kontestasi Pemilu 2029 mendatang.
Source link
