Konser Andrea Bocelli Ditolak MUI, Sahroni Sentil Keras: Fokus Sertifikat Halal Saja!

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melontarkan sindiran tajam kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang vokal menuntut pembatalan rencana konser musisi asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. Sahroni meminta MUI tidak terlalu jauh mencampuri urusan industri hiburan dan fokus pada tugas pokok serta fungsi utamanya.
Politisi Partai NasDem tersebut menyarankan MUI agar memusatkan perhatian pada penguatan tata kelola internal serta layanan publik seperti sertifikasi halal.
“MUI fokus pada kerja-kerja sertifikat halal ya, jangan urusin konser-konser. Banyak tugas di internal MUI yang perlu dikerjakan,” sentil Sahroni melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Selasa (13/10/2026).
Sebelumnya, MUI secara resmi mendesak pemerintah agar membatalkan izin penyelenggaraan konser musisi tenor legendaris dunia tersebut. Andrea Bocelli dijadwalkan menggelar penampilan panggung di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, serta dilanjutkan di Jakarta pada 3 November 2026.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus bersikap konsisten dan tegas menolak kedatangan figur yang dianggap mendukung gerakan Zionisme demi menjaga komitmen konstitusi terhadap kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina.
“Sikap pemerintah harus satu padu, sama dalam soal rencana konser pro-Zionis ini, yaitu tidak mengizinkan rencana konser tersebut,” tegas Sudarnoto.
“Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan,” tambahnya.
Gejolak penolakan dari MUI dipicu oleh rekam jejak Andrea Bocelli yang dinilai berseberangan dengan sikap politik luar negeri Indonesia. Bocelli tercatat pernah mengisi acara penggalangan dana bagi tentara Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010, serta menggelar pertunjukan musik di Tel Aviv pada 2022.
(zak/fajar)
Source link
