Pendapatan Pemkot Makassar dari PBB Rp250 Miliar per 30 September, Target Rp290 Miliar hingga Akhir 2026

PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Pendapatan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencapai Rp250 miliar per 30 September 2026.
Jumlah itu 86 persen dari target Badan Pendatapan Daerah (Bapenda) Makassar. Atau setara Rp295 miliar hingga akhir tahun 2026.
Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Bapenda Makassar Andi Asminullah. Dia mengatakan jumlah itu melampaui targetnya untuk triwulan ketiga 2026 yang hanya di atas 80 persen.
“Target kita di atas 80 persen. Ternyata bisa di angka 86 persen,” kata Asminullah kepada jurnalis, Jumat (2/10/2026).
Dia mengungkapkan saat ini ada tiga kecamatan yang sudah mencapai realisasi PBB 100 persen. Di antaranya, Ujung Tanah, Sangkarrang, dan Bontoala.
Sementara yang paling rendah ialah Kecamatan Tamangapa.
“Terima kasih kepada seluruh warga Kota Makassar yang telah tertib membayarkan PBB tepat waktu. Ini wujud nyata kontribusi masyarakat terhadap pembangunan di Kota Makassar,” ucap Asminullah.
Meski begitu, dia mengatakan masih ada sekitar 14 persen atau senilai Rp40 miliar yang harus dipenuhi dari target Rp295 miliar. Pihaknya mengaku optimis mencapainya.
“Masih ada sekitar 14 persen atau Rp40 miliar yang akan kami kejar sampai di bulan Desember nanti,” ungkapnya.
Apalagi, kata dia, melihat tren pembayaran PBB warga Makassar menurutnya sangat memungkinkan.
“Tapi kalau melihat trennya, insyaallah pasti kami dapat, insyallah capai target di akhir tahun,” terang Asminullah.
Naik Dibanding Tahun Lalu
Jika dibandingkan periode sama di tahun lalu, Asminullah mengatakan pendapatan dari pajak PBB meningkat. Jika melihat dari persentasenya.
“Tahun lalu itu cuma 83 persen,” ujarnya.
Karenanya, dia percaya diri tahun ini mencapai 100 persen.
“Kalau tahun lalu bisa capai target, maka tahun ini tentu harus bisa dapat 100 persen juga,” ucap Asminullah.
Dia mengungkapkan PBB menyumbang sekitar 14 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Makassar. Totla PAD Makassar sendiri senilai Rp2,3 triliun.
“PBB ini Rp290 miliar (kontribusinya). PAD lebih dari Rp2,3 triliun. Persentasenya sekitar 14 persen,” ucapnya.
Meski bukan yang paling besar, dia mengatakan angka Rp290 miliar sangat signifikan berkontribusi terhadap PAD.
“Memang bukan yang terbesar, tetapi cukup signifikan kontribusinya. 14 persen itu kan lumayan besar,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)
Source link
