News

Dulu Kritik Qodari dengan Diksi ‘Bodoh’, Kini Rocky Gerung Duduk Bersama di Wantimpres



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Rocky Gerung kini berada di satu lembaga dengan Muhammad Qodari setelah Presiden Prabowo Subianto melantik keduanya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Posisi tersebut menjadi sorotan karena Rocky selama ini dikenal sebagai pengamat yang kerap menyampaikan kritik tajam terhadap kekuasaan. Salah satu pernyataannya yang kembali relevan adalah ketika ia pernah mengkritik Qodari dengan diksi yang cukup keras.

Peristiwa itu terjadi ketika Rocky hadir dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV. Saat itu, Qodari masih menjabat Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI.

“Siapa namanya? Qodari CS itu bodoh itu. Iya, lalu mau dibilang apa, separuh bodoh?” kata Rocky saat itu.

Pemandu acara Rakyat Bersuara, Aiman Witjaksono, kemudian menegur Rocky. Rocky pun memperbaiki pernyataannya, tetapi tetap menyampaikan kritik dengan gaya satire.

“Saudara Qodari tidak memahami, apa beda antara public realtions dan mengolah public opinion,” ungkapnya.

“Artinya, dia kurang punya kemampuan berpikir untuk pendekatan itu, dalam kurung b, o, d, o, h,” sambung Rocky.

Kini, Qodari dan Rocky sama-sama menjadi bagian dari Wantimpres. Qodari tidak lagi menjabat Kepala Bakom RI karena posisi tersebut kini ditempati Syahganda Nainggolan.

Rocky dan Qodari Kini Duduk di Lembaga yang Sama

Rocky dan Qodari menjadi dua dari 26 tokoh yang dilantik Prabowo sebagai Wantimpres di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Perubahan posisi tersebut membuat pernyataan lama Rocky terhadap Qodari kembali mendapat perhatian.

Sebab, kritik Rocky ketika itu disampaikan saat Qodari berada di lingkungan pemerintahan. Kini, keduanya justru berada dalam lembaga yang memiliki tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian dari perubahan posisi Rocky setelah ia resmi masuk ke dalam lingkungan pemerintahan.

Namun, Rocky sendiri menegaskan bahwa bergabungnya dia ke Wantimpres tidak berarti meninggalkan sikap kritis.

Rocky: Wantimpres Fungsinya Kritis

Usai pelantikan, Rocky menjelaskan pandangannya mengenai fungsi Wantimpres.

Ketika ditanya mengenai alasan menerima posisi tersebut, Rocky justru mempertanyakan alasan dirinya harus menolak.

“Alasan gua menolak apa?,” kata Rocky.

Rocky kemudian membedakan antara mengkritik dan bersikap kritis. Menurut dia, Wantimpres tetap membutuhkan sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

“Dewan ini justru fungsinya kritis. Bukan kritik, ya beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” tukasnya.

Menurut Rocky, setiap kebijakan pemerintah dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, anggota Wantimpres perlu melihat persoalan secara lebih mendalam sebelum memberikan pertimbangan kepada Presiden.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *