Nestapa CR7 di Houston: Mandul 10 Laga, Disindir Ferdinand, hingga Dibela Netizen Indonesia

PORTALUTAMA.NET, HOUSTON – Sorotan tajam langsung mengarah ke megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, setelah Selecao das Quinas ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Turun sebagai starter dan bermain penuh 90 menit, performa CR7 dinilai jauh dari standar magisnya. Berbanding terbalik dengan rival abadinya, Lionel Messi, serta juniornya seperti Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang langsung tancap gas di laga perdana.
Ronaldo justru mencatatkan statistik yang mengkhawatirkan. Minim keterlibatan dan hanya menyentuh bola sebanyak 25 kali di sepanjang laga.
Ronaldo juga tercatat gagal melepaskan satu pun tembakan hingga menit ke-67. Tiga tembakan yang dilepaskan di sisa laga semuanya meleset dari sasaran, termasuk peluang emas di dekat tiang gawang hasil umpan tarik Francisco Conceicao.
Kegagalan ini memperpanjang rekor buruk CR7 yang kini mandul dalam 10 laga beruntun di turnamen mayor.
Rio Ferdinand: Waktunya CR7 Jadi Super-Sub!
Melihat situasi pelik ini, mantan rekan setim Ronaldo di Manchester United, Rio Ferdinand, angkat bicara. Melalui wawancara dengan talkSPORT Breakfast, pandit berusia 47 tahun itu menyarankan pelatih Portugal, Roberto Martinez, untuk berani mengambil keputusan ekstrem demi kebaikan tim.
“Tidak ada salahnya mengeluarkan Cristiano Ronaldo dari tim inti. Ini tentang taktik. Masuk dengan 30 menit tersisa ketika lawan lelah dan asam laktat sudah menumpuk di kaki mereka akan jauh lebih mematikan,” ujar Ferdinand.
Ferdinand menilai, di usia 41 tahun, Ronaldo harus realistis bahwa fisiknya tidak lagi secepat dulu. Namun, ia tidak menampik bahwa insting membunuh pemilik hampir 1.000 gol itu tetap salah satu yang terbaik di dunia jika berada di dalam kotak penalti.
Opini Kontroversial Netizen: Tanpa Ronaldo, Portugal Kembali ke Setelan Pabrik
Di tengah hujan kritik dari pengamat Eropa, pembelaan keras justru datang dari tanah air. Konten kreator sepak bola Indonesia, Doni Febriando, melontarkan opini tajam yang mengaitkan fenomena meredupnya antusiasme Piala Dunia 2026 dengan “settingan” kemenangan Argentina di edisi 2022 lalu yang dinilainya tidak sakral akibat kontroversi wasit, seperti saat laga perempat final Belanda vs Argentina.
Terkait kritik buta kepada CR7, Doni pasang badan dan mengingatkan publik soal sejarah sepak bola Portugal.
Bahwa Portugal bukanlah negara superpower sepak bola. Sebelum era CR7, Portugal hanyalah tim semenjana sekelas Meksiko, Belgia, atau Korea Selatan. Luis Figo pun dinilai tidak pernah sedominan Zidane atau Ronaldinho.
Doni membandingkan dengan Brasil yang tetap menaruh rasa hormat tinggi pada Neymar meski sudah melambat dimakan usia.
Source link
