News

Profil Almiron yang Dapat Kartu Merah Akibat Gestur Tutup Mulut



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Nama Miguel Almiron jadi buah bibir di kalangan pecinta sepakbola. Setelah dia jadi pemain pertama yang diganjar kartu merah, karena gestur tutup mulut.

Regulasi tersebut baru diberlakukan FIFA di Piala Dunia 2026. Disebut dengan Aturan Prestianni, merujuk pada pemain Benfica, Gianluca Prestianni Gross.

Almiron bernama lengkap Miguel Ángel Almirón Rejala. Dia lahir pada 10 Februari 1994 di kawasan San Pablo, Asunción, Paraguay. 

Almiron tumbuh dalam keluarga sederhana dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Ayahnya, Rubén Almirón, bekerja sebagai petugas keamanan, sedangkan ibunya, Sonia Rejala, bekerja di sebuah supermarket. 

Masa kecil Almiron tidak mudah karena keluarganya hidup dengan keterbatasan. Bahkan, ia pernah berbagi tempat tidur dengan ibunya hingga usia remaja karena rumah mereka sempit. 

Sejak kecil, Almiron sangat menyukai sepak bola. Ia mulai bermain di klub lokal sebelum bergabung dengan akademi Cerro Porteño pada 2008. 

Bakatnya berkembang pesat di akademi Cerro Porteño. Dia kemudian dipromosikan ke tim utama dan menjalani debut profesional pada 2013. 

Bersama Cerro Porteño, Almiron tampil dalam 39 pertandingan liga. Dia mencetak enam gol sebelum melanjutkan karier ke Argentina. 

Pada 2015, Almiron bergabung dengan Lanús. Di klub tersebut dia menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Liga Argentina musim 2016. 

Penampilan impresifnya menarik perhatian klub Amerika Serikat, Atlanta United. Klub MLS itu memboyongnya pada akhir 2016 dengan nilai transfer sekitar 8 juta dolar AS. 

Karier Almiron di Atlanta United langsung melejit. Dia dua kali masuk MLS Best XI dan dinobatkan sebagai MLS Newcomer of the Year 2017. 

Puncak prestasinya bersama Atlanta United datang pada 2018. Almiron membantu klub tersebut meraih gelar MLS Cup untuk pertama kalinya.

Pecahkan Rekor Transfer

Kesuksesan di Amerika Serikat membawanya ke Liga Inggris. Newcastle United merekrutnya pada Januari 2019 dengan nilai transfer sekitar 21 juta pound sterling yang saat itu menjadi rekor klub sekaligus rekor transfer pemain dari MLS. 

Almiron membutuhkan waktu untuk beradaptasi di Premier League. Namun, ia kemudian menjadi salah satu pemain penting di bawah sejumlah pelatih Newcastle United. 

Salah satu musim terbaiknya terjadi pada 2022–2023. Dia berperan membawa Newcastle finis di empat besar Liga Inggris dan lolos ke Liga Champions UEFA.

Pada Januari 2025, Almiron memutuskan kembali ke Atlanta United. Dia menandatangani kontrak hingga 2027 dengan opsi perpanjangan satu musim. 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *