Prediksi Gatot Nurmantyo Terbukti? Hersubeno Bongkar Operasi Garis Dalam Prabowo

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang sebelumnya menyebut Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan “operasi garis dalam” terhadap lingkaran kekuasaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kini dinilai mulai menemukan pembuktian di lapangan.
Indikasi tersebut kian menguat seiring langkah taktis Presiden Prabowo yang mulai berani merombak dan mengganti sejumlah pejabat strategis yang selama ini diidentikkan erat dengan Jokowi.
Jurnalis senior Hersubeno Arief mencontohkan gelombang rotasi besar-besaran di jajaran Pimpinan TNI dan Polri sebagai indikator utama pergeseran peta kekuasaan tersebut.
Pada 1 Oktober 2026, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi digeser dari posisi Kapolri untuk menduduki jabatan anyar sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Menyusul pada 16 Oktober 2026, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut dipindahkan dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menjadi Wakil Panglima TNI.
Hersubeno menilai konsolidasi kekuasaan secara bertahap yang diperlihatkan Istana mempertegas analisis intelijen dan taktik militer yang pernah dipaparkan Gatot Nurmantyo.
“Ini saya jadi teringat misalnya apa yang dikatakan oleh Pak Gatot Nurmantio, Pak Prabowo itu sedang melakukan operasi garis dalam ini sebagai pasukan Sandi Yuda begitu ya. Dari dia masuk ke dalam lingkaran Jokowi dan pada saatnya kemudian dia melakukan langkah-langkah untuk mengambil alih kekuasaan,” ujarnya dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Senin (19/10/2026).
Menurut Hersubeno, pandangan spekulatif mengenai manuver politik Prabowo sebelumnya sempat dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Namun, langkah sistematis dalam menata ulang struktur elite aparat negara jelang dua tahun masa kepemimpinan Prabowo-Gibran justru menunjukkan arah yang semakin nyata.
“Nah, ini sekarang orang mungkin mulai banyak yang kalau tadinya kan pernyataan semacam ini banyak yang dicibir, tapi sekarang ini mulai mulai terbukti ya,” ujarnya.
Kendati mengakui masih ada riak kekecewaan serta resistensi dari berbagai kelompok politik terhadap arah kebijakan kepemimpinan Presiden Prabowo, Hersubeno optimistis bahwa perombakan struktur elite ini merupakan awal dari perbaikan tata kelola berbangsa dan bernegara.
“Saya tahu masih banyak yang marah-marah jengkel kepada Pak Prabowo. Tapi dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang setidaknya memberikan harapan pada kita akan ada perbaikan pada bangsa dan negara ini,” tandasnya.
Source link
