Duet Dedi Mulyadi-Ahok Penantang Prabowo Menguat, Aktivis 212 Ungkit Politik Identitas

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Peta politik menuju Pemilihan Presiden 2029 mulai diwarnai berbagai simulasi pasangan calon yang beredar di ruang digital. Salah satunya muncul melalui sebuah poster bertajuk “Kabinet Tangguh” yang memasangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Poster itu menempatkan Dedi Mulyadi sebagai calon presiden dan Ahok sebagai calon wakil presiden untuk periode 2029-2034. Di bawahnya, terpampang deretan nama tokoh politik, mantan pejabat, akademikus, ekonom, dan figur publik yang dipasang sebagai calon menteri.
Namun, poster tersebut bukan susunan kabinet resmi pemerintah. Sejumlah pemberitaan mengenai kemunculannya menyebut materi itu sebagai kreasi atau simulasi yang beredar di media sosial. Tidak ada dasar resmi yang menunjukkan Dedi Mulyadi dan Ahok telah ditetapkan sebagai pasangan calon untuk Pilpres 2029.
Justru karena dibuat menyerupai rancangan pemerintahan lengkap, poster itu kemudian memantik pertanyaan politik: apakah sekadar kreativitas warganet, atau mencerminkan percakapan yang memang mulai tumbuh di tengah masyarakat?
Pertanyaan serupa disampaikan Ketua Korlabi sekaligus aktivis 212, Damai Hari Lubis.
Menurut Damai, wacana Dedi Mulyadi-Ahok perlu dibaca hati-hati. Ia mempertanyakan apakah pasangan tersebut sekadar dilempar untuk mengukur respons publik atau memang ada kelompok politik tertentu yang sedang mencoba membangun persepsi mengenai konfigurasi Pilpres 2029.
“Apakah isu KDM-Ahok hanya sekadar testing the water, atau memang ada kelompok politik tertentu yang sedang mencoba membangun wacana tersebut?” ujar Damai, dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Damai mengatakan pembicaraan mengenai figur potensial untuk Pilpres 2029 juga tidak berhenti pada nama Dedi Mulyadi dan Ahok.
Nama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, menurut dia, ikut muncul dalam sejumlah diskusi mengenai konfigurasi politik mendatang.
Poster “Kabinet Tangguh” sendiri memang menampilkan sejumlah figur dari latar belakang yang beragam. Nama Abraham Samad termasuk di dalamnya.
Di bagian pucuk pemerintahan, Dedi Mulyadi dan Ahok ditempatkan sebagai pasangan presiden dan wakil presiden.
Adapun sejumlah nama lain ditempatkan dalam posisi menteri.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD, misalnya, dipasang sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM. Ekonom Bambang Brodjonegoro ditempatkan sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan muncul sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Sumber Daya Manusia. Agus Harimurti Yudhoyono dicantumkan sebagai Menteri Koordinator Pertahanan, Keamanan dan Strategis.
Source link
