News

Jhon Sitorus Sebut Komunikasi Bakom Kacau: Lu Kata Lamine Yamal Besar karena MBG?



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Pegiat Media Sosial Jhon Sitorus menyoroti komunikasi pemerintah di bawah Badan Komunikasi (Bakom) RI.

Hal tersebut menanggapi pernyataan Tenaga Ahli Utama Bakom RI, Hariko WIbowo Satria. Hariko sebelumnya viral karena menyebut pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencitpakan anak-anak seperti bintang sepakbola muda, Lamine Yamal.

“Lu kata Lamine Yamal besar karena makan MBG? Makin kacau komunikasi Istana gara-gara orang seperti ini,” kata Jhon dikutip dari unggahannya di X, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, sosok seperti Hariko membuat citra pemerintahan Prabowo makin hancur.

“Orang-orang seperti ini yang membuat citra Istana dan Presiden Prabowo semakin hancur,” ujarnya.

Padhal menurutnya, tugas Bakom sangat strategis. 

“Tugas Bakom untuk menyampaikan Informasi dan pemahaman, tapi informasi yang disampaikan benar-benar tak sesuai dengan logika dan asal sehat,” imbuhnya.

Di sisi lain, dia menyoroti permintaan penambahan anggaran Bakom Rp1,7 triliun untuk 2027.

“Bakom meminta tambahan anggaran Rp 1,9 Triliun untuk tahun 2027 hanya untuk memfasilitasi ide2 dan narasi ngaco kayak begini,” pungkasnya.

MBG untuk Anak-anak Seperti Yamal

Pernyataan itu disampaikan Hariko dalam sebuah program di televisi swasta pada 24 Juli 2026. Namun kembali ramai belakangan ini.

Mulanya, Hariko memaparkan data buruknya pola makan anak-anak di Indonesia. Sehingga berujung pada stunting. 

“Lebih dari separuh anak-anak kita ini pola makannya buruk 56 persen. Hampir 41 persen anak-anak ini tidak sarapan ke sekolah. Kemudian stunting,” kata Hariko dikutip Senin (28/9/2026).

Hariko lalu menyebut bagaimana pentingnya generasi unggul. Dia memberi contoh kemunculan Lamine Yamal di dalam dunia sepak bola Spanyol.

Spanyol sendiri menjuarai Piala Dunia 2026 diisi pemain yang didominasi anak muda. Di antaranya Lamine Yamal yang baru berusia 19 tahun.

“Kemudian kalau lihat kemarin kayak sepak bola itu ya, kayak Spanyol juara itu,” ujar Hariko.

Menurutnya, di Indonesia sulit mencari anak-anak seperti Lamine Yamal.

“Mencari anak-anak seperti Lamine Yamal itu, yang gesit seperti itu agak keseusahan kita, ditengah kita banyak populasinya,” terang Hariko.

Karenanya, kata Hariko, MBG dijalankan untuk menjawab persoalan tersebut.

“Makanya kita jalankan program Makan Bergizi Gratis ini, sehingga jadi layanan standar dasar pelayanan bagi masyarakat,” ucapnya.

Meski MBG dijalankan, Hariko mengatakan hal tersebut tidak mengganggu layanan lain. Misalnya kesehjatan.

“Nah, semuanya prioritas, tidak ada yang tidak prioritas. Makanya tadi kesehatan juga sangat prioritas,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *