News

Educity PIK2 Makin Hidup, Sekolah hingga Kuliner Bentuk Ekosistem Baru


PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pertumbuhan kawasan bisnis tidak selalu diawali pusat perbelanjaan besar. Dalam banyak kawasan baru, aktivitas justru tumbuh secara bertahap dari sekolah, hunian, kebutuhan makan, jasa, lalu berkembang menjadi ekosistem komersial.

Pola tersebut mulai terlihat di Educity PIK2.

Kawasan yang dibangun dengan basis pendidikan itu kini berkembang bersama hunian, apartemen, ruang usaha, pusat kuliner, dan area publik.

Sekolah St. Johannes Berchmans dan HOPE Intercultural School menjadi bagian dari aktivitas pendidikan yang telah hadir.

Ke depan, Universitas Pelita Harapan dan Universitas Prasetiya Mulya juga direncanakan menjadi bagian dari kawasan tersebut.

Sementara dari sisi hunian, Educity berada di sekitar Sapporo Residences, Padma, Kuningan Village, hingga Tokyo Riverside Apartment.

Kehadiran populasi dari berbagai segmen tersebut secara bertahap menciptakan kebutuhan sehari-hari.

Makanan dan minuman menjadi salah satunya.

Educity Square kini telah memiliki sejumlah tenant, seperti Aifan Shaokao, Kafe Pendekar, Sate Maranggi Hj. Maya, dan Wajan Sunda.

Aktivitas tersebut nantinya juga akan terhubung dengan sejumlah area seperti Harvard Square, Stanford Market Street, Harvard Promenade Lake, serta Stanford Promenade Lake.

Marketing Director PIK2 Lucia Aditjakra melihat pergerakan aktivitas tersebut sebagai salah satu faktor yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis.

“Bisnis akan lebih mudah berkembang ketika berada di lingkungan yang aktivitasnya terus bergerak,” kata Lucia.

Educity PIK2

Dalam ekosistem tersebut, Rukan Stanford dan Rukan Harvard dikembangkan sebagai ruang komersial untuk mengakomodasi kebutuhan usaha.

Rukan Stanford tersedia dalam unit tiga lantai berukuran 4,5 x 12,5 meter.

Sementara Rukan Harvard menawarkan unit berukuran 4,5 x 12,5 meter dan 4,5 x 15 meter.

Pengembangan ruang komersial tersebut berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas properti bisnis di PIK2.

Pada semester pertama 2026, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk membukukan pendapatan Rp2,2 triliun atau tumbuh 84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan menyebut penjualan kavling komersial menjadi salah satu kontributor utama pendapatan.

Data tersebut tidak secara khusus menggambarkan kinerja Rukan Stanford dan Harvard, tetapi memberikan konteks mengenai perkembangan segmen komersial di kawasan PIK2 secara keseluruhan.

Dengan bertambahnya sekolah, hunian, tenant, dan fasilitas publik, Educity kini bergerak dari sekadar kawasan pendidikan menuju lingkungan dengan aktivitas yang lebih berlapis.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *