News

Komentari Pernyataan Rocky Gerung, Hendri Satrio: Apa Benar Sudah Terjadi Kemarahan Publik yang Bisa Memunculkan Amuk Massa



PORTALUTAMA.NET, JAKARATA — Pakar Komunikasi Politik, Hendri Satrio, merespons penyataan penasihat presiden Rocky Gerung tentang potensi amuk massa, akibat kemarahan yang muncul imbas dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempersoalkan ijazah Gibran Rakabuming Raka.

“Apa benar sekarang sudah terjadi akumulasi kemarahan publik yang bisa memunculkan amuk massa, jika Gibran tidak mengundurkan diri? Inilah pandangan penasehat Presiden Rocky Gerung yang sekarang merupakan orang di lingkaran dalam Presiden Prabowo,” kata Hendri Satrio, Jumat (9/10/2026).

Kendati Rocky Gerung memiliki pandangan dimaksud, Hendri Satrio menilai apa yang menjadi pandangan tersebut akan didengar oleh Presiden Prabowo Subianto.

Belum lagi, apakah pendapat tersebut juga menjadi keresahan anggota wantimpres lainnya atau sekadar pandangan pribadi dari Rocky Gerung sebagai akademisi semata, walaupun kini berada di lingkaran kekuasaan.

“Persoalannya apakah suara Rocky akan didengarkan Presiden, atau juga menjadi aspirasi, bahkan kekhawatiran lingkar Presiden Prabowo, atau itu hanya sekadar pendapat pribadi Rocky sebagai akademisi yg sekarang sudah masuk di lingkaran kekuasaan?” tambah Hendri Satrio

“Di sisi lain, bukankah pernyataan Rocky ini berarti memperlihatkan posisi kubu Prabowo yang menginginkan Gibran bersedia mundur dari Pemerintahan, sehingga berarti harus terpisahnya kekuasaan dinasti Jokowi dan Prabowo? Lalu siapkah kubu Jokowi menerima “saran atau nasehat” dari anggota Wantimpres kontroversi ini?.”

Sebelumnya dalam podcast dengan mantan anggot DPR RI, Akbar Faizal, yang membahas tentang putusan MK terkait persoalan keabsahan syarat pendidikan Gibran di pilpres 2024 lalu.

Akbar Faizal awalnya mempertanyakan bagaimana nantinya Rocky itu bisa saja memberikan sebuah kesulitan tersendiri bagi presiden ketika menyangkut dengan wakilnya yang kita persoalkan ini. Rocky akan bersikap seperti apa pada situasi seperti itu?

“Ulas aja nih. Mahkamah Konstitusi akhirnya cuci tangan karena dua-duanya dimenangkan itu. Tetapi implisit di dalam cuci tangan itu, dia mau jadi jembatan untuk membawa isu ini dari back mind publik pergi ke DPR. Jadi Mahkamah menyediakan diri untuk menyeberangkan keresahan publik yang bertahun-tahun ini supaya dia jadi mainan DPR,” kata Rocky Gerung.

Karena itu, menurutnya MK mengirim bola panas ke DPR. Namun sebelum dia dibahas di DPR pun yang harus kita cegah adalah amuk massa.

“Karena pada akhirnya orang merasa bahwa semua yang kita duga bahwa Gibran itu tidak mampu menunjukkan ijazah aslinya akhirnya terbukti itu. Kita lihat misalnya gejala hari-hari ini beberapa daerah itu, Ketua DPRD-nya dia turunin aja fotonya Gibran,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *