News

Kritik ke Pemerintah Itu Wajar, Jangan Stigma Londo Ireng, Ferry Koto Ingatkan Bahaya Membela Membabi Buta



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Pegiat media sosial Ferry Koto yang dikenal sebagai pendukung Prabowo Subianto saat beberapa kali Pilpres mengingatkan agar kritik dari masyarakat tidak distigma negatif.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi julukan Londo Ireng yang dilontarkan Presiden Prabowo kepada wartawan, akademisi, dan LSM yang mengkritik kebijakan pemerintah.

Ferry menilai kritik saat ini sama dengan kritik yang pernah disampaikan Prabowo dan kader Gerindra saat belum berkuasa.

“Saya pendukung Pak Prabowo cukup lama. Saat dulu beliau kritik kebijakan pemerintah, dan menurut saya kritiknya benar, saya dukung. Karena kritik itu pengingat kepada yang berkuasa, bukan karena benci,” ujar Ferry dalam keterangannya dikutip Sabtu (25/7/2026).

Dulu Mengkritik, Kini Harus Dengarkan Kritik

Ferry menyoroti sikap sebagian pendukung yang dinilai membela secara membabi buta setiap pernyataan presiden.

“Untuk yang sekarang membela membabi buta Pak Prabowo yang menuding ‘Londo Ireng’ ke pengkritik, coba ingat saat Pak Prabowo mengkritik pemerintahan era Pak Jokowi. Saat itu kalian membela atau justru memaki?” tanya Ferry.

Menurutnya, kritik dari pengamat, LSM, dan jurnalis saat ini lahir dari kepedulian, bukan karena dibiayai asing.

“Kritik Pak Prabowo dan kader Gerindra lain seperti Fadli Zon saat tidak berkuasa dulu bukan lahir karena ada asing yang membiayai, atau karena Londo Ireng. Kritiknya lahir karena peduli pada rakyat, bangsa, dan negara ini,” jelasnya.

Ia menegaskan, saat ini Prabowo sudah berkuasa. Karena itu, setiap kritik yang muncul sudah semestinya didengar.

“Bukan malah menstigma setiap kritik sebagai serangan ke pemerintah, atau menuding yang kritis sebagai ‘Londo Ireng’,” tegasnya.

Ingatkan Bahaya Mendukung Tanpa Batas

Fery juga mengingatkan bahaya jika pendukung hanya membenarkan semua ucapan presiden.

“Sah-sah saja mendukung pemerintah. Tapi mendukung tidak harus membela membabi buta. Apalagi membenarkan hal-hal yang jelas keliru. Kalau begitu, lama-lama yang berkuasa tidak tahu lagi mana yang benar, mana yang salah,” ujarnya.

Ia menyebut, cara terbaik adalah memberikan apresiasi jika pemerintah melakukan hal luar biasa, dan bersuara mengkritik jika ada kebijakan yang salah.

“Jika kritik rakyat yang diwakili pengamat, LSM dan jurnalis masih lantang, itu penanda pemerintahan sedang offside. Peluit sudah dibunyikan. Seharusnya sadar untuk mengoreksi diri, setidaknya dengarkan, bukan malah antipati dengan stempel ‘Londo Ireng’,” pungkas Fery.

Istilah “Londo Ireng” sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo saat pidato di Harlah ke-28 PKB di JCC, Kamis (23/7/2026). Istilah itu dilontarkannya untuk menyebut kelompok yang dinilai gemar mengkritik pemerintah. (sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *