Buyut Prabowo Londo Ireng Sessungguhnya?

AJAR.CO.ID,JAKARTA — Isu buyut Presiden Prabowo Subianto, Benjamin Thomas Sigar sebagai londo ireng sesungguhnya makin menguat. Kini jadi buah bibir di media sosial.
Analis Sosio Politik, Faizal menilai informasi yang berkembang menarik. Sekalipun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak Prabowo.
“Informasi yang menarik. Apakah sebuah kebetulan?” kata Faizal dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (25/7/2026).
Faizal menjelaskan, biasanya orang yang kerap menuduh tanpa dasar merupakan proyeksi psikologis dirinya sendiri. Hal tersebut sesuai dengan pemikiran tokoh yang dikenal sebagai pendiri psikoanalisis, Sigmund Freud.
“Biasanya orang yang suka menuduh tanpa dasar itu proyeksi psikologis dirinya sendiri kata Sigmund Freud,” terang Faizal.
Buyut Prabowo Lando Ireng?
Buyut Prabowo dimaksud merupakan Benjamin Thomas Sigar. Berasal dari garis keturunan sang ibunda, Dora Marie Sigar.
Benjamin Thomas Siregar sosok yang pernah menjabat sebagai Kapiten Langowam.
Saat perang Jawa (1825-1830), Benjamin disebut memimpin Padukan Tulungan. Pasukan yang dibentuk kolonial Hindia Belanda yang berasal dari pribumi.
Pasukan tersebut, pada 1829 ditugaskan menumpas perlawanan rakyat Jawa. Salah satunya menangkap Pangeran Diponegoro.
Tidak sampai di situ, keluarga Prabowo juga dikenal mengabsi pada pemerintah Hindia Belanda dengan menduduki posisi bergendsi.
Seperti kakek Prabowo dari ibunya, Frederik Laurens Sigar. Dia pernah menjabat Gemeenteraad Manado (1920-1922), selain itu sebagai Sekretaris Residen Manado (1922-1924).
Narasi tersebut kini berseliweran di sejumlah media dan media sosial. Bahkan, cuitan lawas Prabowo saat melayat ke makam Benyamin Thomas Sigar kini kembali mencuat.
Cuitan lawas itu diunggah pada 22 Desember 2012. Melampirkan foto Prabowo muda bersama ayah dan ibunya melayat.
“Waktu itu usia saya 17 tahun. Saya ikut melayat ke makam opa Benyamin Thomas Sigar bersama Alm. Ayah dan Alm Bunda,” tulis Prabowo, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Tudingan Prabowo
Pernyataan Prabowo disampaikan saat perayaan puncak hari lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center, Kamis (23/7/2026).
Mulanya, Prabowo menyebut telah menginstruksikan perbaikan sekolah. Jumlahnya mencapai 100.000 di tahun 2027.
“Tahun 2027, saya instruksikan harus lebih 100.000 sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh,” kata Prabowo.
Tapi menurutnya, ada media yang kerap mencari kesalahan. Meliput sekolah yang tak diperbaiki, padahal yang sudah diperbaiki sudah banyak.
Source link
