KDM Ungguli Prabowo 43 Persen vs 15 Persen, Saidiman Ahmad: Prabowo Kehilangan Legitimasi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Hasil survei terbaru Tempo Data Science mengenai peta elektabilitas tokoh politik menuju Pemilu 2029 menjadi perhatian pengamat politik Saidiman Ahmad.
Survei tersebut menempatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM di posisi teratas, meninggalkan Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi calon presiden.
KDM memperoleh elektabilitas 43 persen, sedangkan Prabowo berada di angka 15 persen.
Di bawah keduanya terdapat Anies Baswedan dengan 10 persen dan Gibran Rakabuming Raka sebesar 6 persen.
Saidiman menilai ada temuan lain yang tidak kalah menarik dari sekadar perbedaan elektabilitas kedua tokoh tersebut.
KDM Unggul Jauh dari Prabowo
Dalam simulasi capres yang dilakukan Tempo Data Science, Dedi Mulyadi tercatat memperoleh 43 persen suara.
Sementara Prabowo Subianto berada cukup jauh di belakang dengan 15 persen. Anies Baswedan memperoleh 10 persen dan Gibran Rakabuming Raka 6 persen.
Saidiman menganggap hasil tersebut sebagai gambaran mengenai tingkat penerimaan publik terhadap sejumlah figur yang mulai diperhitungkan untuk kontestasi politik mendatang.
Temuan Pemilih Puas Jadi Sorotan
Dikatakan Saidiman, hal yang lebih menarik bukan hanya KDM mampu memperoleh dukungan dari masyarakat yang merasa tidak puas dengan kondisi saat ini.
“Selain tentang elektabilitas KDM yang jauh melampaui Prabowo, temuan lebih detail survei Tempo Data Science ini juga lebih menarik,” ujar Saidiman, dikutip fajar.co.id, Jumat (4/9/2026).
Ia menilai KDM juga mendapatkan dukungan dari kelompok masyarakat yang justru mengaku puas terhadap sejumlah kondisi pemerintahan.
“Ternyata KDM tidak hanya mengambil suara lebih banyak dari pemilih yang tidak puas dengan kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, arah bangsa, serta pelaksanaan program MBG dan KDMP,” tukasnya.
Pemilih yang Puas Disebut Lebih Banyak Pilih KDM
Saidiman kemudian menyoroti kelompok responden yang menyatakan puas.
Baginya, kelompok tersebut juga lebih banyak memberikan pilihan kepada KDM dibandingkan Prabowo.
“Mereka yang puas sekali pun juga lebih banyak memilih KDM dibanding Prabowo,” bebernya.
Kata Saidiman, temuan tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap KDM, berdasarkan survei yang ia soroti, tidak semata-mata berasal dari kelompok yang kecewa terhadap kondisi pemerintahan.
Dari hasil pembacaan tersebut, Saidiman kemudian memberikan penilaian politik terhadap posisi Prabowo.
“Prabowo kehilangan legitimasi,” tandasnya.
Survei Catat Kepuasan Pemerintah 37 Persen
Sebelumnya, survei Tempo Data Science yang dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan.
Source link
