News

Karhutla Kalimantan Meningkat, Konsesi Konglomerat hingga Loyalis Prabowo Terdeteksi



PORTALUTAMA.NET – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya titik panas yang terdeteksi sepanjang Agustus 2026.

Data pemantauan #ExtractiveZone milik Counterpoint menunjukkan terdapat 121.043 titik panas (hotspot) yang terdeteksi sejak 1 Agustus 2026 di wilayah Kalimantan yang menjadi cakupan pemantauan.

Dari jumlah tersebut, Counterpoint mengidentifikasi 272 konsesi kehutanan yang memiliki titik panas di dalam wilayah konsesi atau berada dalam radius hingga 5 kilometer dari batas konsesi.

Total Fire Radiative Power (FRP) yang tercatat mencapai 513.408 megawatt, sedangkan estimasi area terdampak dalam pemetaan tersebut mencapai sekitar 14,5 juta hektare.

Wilayah yang dipantau meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Pencocokan titik panas dengan peta konsesi kehutanan menunjukkan sejumlah nama perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan politikus, konglomerat, hingga purnawirawan Kopassus.

Titik panas terbanyak, yakni 1.897 hotspot, terdeteksi di wilayah konsesi PT Hutan Ketapang Industri di Kalimantan Barat.

Perusahaan tersebut sebelumnya pernah dikenai sanksi berupa pelarangan penggunaan lahan selama tiga hingga lima tahun oleh mantan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji terkait karhutla 2019.

Pemilik manfaat (beneficial owner) perusahaan tersebut tercatat sebagai Putera Sampoerna, yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia.

Selanjutnya, wilayah konsesi PT Grace Putri Perdana tercatat memiliki 979 titik panas, sekaligus menjadi salah satu konsesi dengan jumlah hotspot terbanyak di Kalimantan Tengah.

Pemilik manfaat perusahaan tersebut tercatat atas nama Citra Gunawan. Nama tersebut diketahui kerap tercantum sebagai direktur di sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan keluarga Fangiono, salah satu keluarga bisnis terkaya di Indonesia. Keluarga tersebut juga terlibat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, Papua.

Sejumlah konsesi perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Prabowo Subianto juga tercatat memiliki titik panas selama periode 1–21 Agustus 2026.

Total terdapat 1.430 titik panas yang terdeteksi di wilayah konsesi PT Kiani Lestari di Kalimantan Timur, PT Tanjung Redeb Hutani, serta PT ITCI Kayan Hutani di Kalimantan Utara.

Data Kementerian Hukum mencatat pemilik manfaat PT ITCI Kayan Hutani adalah Thomas Djiwandono, keponakan Prabowo.

Sementara itu, PT Kiani Lestari, yang sebelumnya dibeli Prabowo dari pengusaha Bob Hasan, mencantumkan nama Simon Aloysius Mantiri sebagai pemilik manfaat. Simon saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina dan merupakan politikus Partai Gerindra.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *