Dituding Baru Berani Kritik Pemerintah Setelah Tak Menjabat, Mahfud MD Bongkar Sikapnya Saat Sikat Ferdy Sambo

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menepis anggapan bahwa sikap kritisnya terhadap pemerintah baru muncul setelah dirinya tidak lagi berada di lingkaran kekuasaan.
Mahfud menegaskan, sikap kritis merupakan karakter yang telah melekat pada dirinya sejak sebelum menduduki jabatan pemerintahan. Ia meminta publik melihat rekam jejaknya selama lebih dari dua dekade di berbagai lembaga negara sebelum menyimpulkan dirinya baru berani bersuara setelah kehilangan jabatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud dalam podcast Terus Terang bersama Rizal Mustary yang ditayangkan melalui kanal YouTube Mahfud MD Official pada 16 Agustus 2026.
“Saya itu sejak dulu, sejak sebelum masuk ke pemerintah, sebelum reformasi ya sudah kritis, sudah jalan. Sesudah masuk di pemerintah tegas dan bertindak. Sesudah keluar dari pemerintah seperti sekarang ya galak juga. Jadi tidak ada yang berubah pada saya,” kata Mahfud.
Menurut Mahfud, kritik yang ia sampaikan setelah tidak lagi menjabat bukan bentuk kekecewaan karena kehilangan posisi di pemerintahan. Ia menyebut kritik sebagai bagian dari pertanggungjawaban moral seorang warga negara.
“Ini sebuah pertanggungjawaban moral. Bukan sebelum masuk galak, sudah masuk jadi kerupuk, atau sesudah di dalam galak lalu sesudah di luar melempem karena kecewa,” ujarnya.
Mahfud menilai keberanian menyampaikan pendapat seharusnya tidak bergantung pada posisi seseorang di dalam atau di luar pemerintahan.
“Kalau saya rasanya sebelum masuk, pada saat di dalam, dan setelah itu ya begini-begini saja,” kata dia.
Mahfud Ungkit Kasus Ferdy Sambo
Untuk memperkuat pernyataannya, Mahfud mengingat sejumlah persoalan besar yang pernah dihadapinya ketika masih berada di pemerintahan. Salah satunya adalah kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang melibatkan mantan Kepala Divisi Propam Polri Ferdy Sambo.
Mahfud mengatakan dirinya sejak awal mempertanyakan narasi awal kasus tersebut yang menyebut terjadi peristiwa tembak-menembak di rumah Sambo. Ia mengaku tetap mengambil sikap tegas meski perkara tersebut bersinggungan dengan institusi kepolisian.
Mahfud bahkan mengungkap pernah memberikan peringatan keras terkait penanganan perkara tersebut. Ia menyatakan siap membawa persoalan itu langsung kepada Presiden apabila kelompok Sambo di internal Propam tidak segera dikosongkan.
Menurut Mahfud, sikap tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kritik dan keberanian mengambil posisi tegas bukan baru muncul setelah dirinya meninggalkan pemerintahan.
Source link
