News

Bukan Hanya Pembohong, Denny Indrayana Sebut Jokowi Mantan Presiden yang Tidak Negarawan, Alasannya Masuk Akal



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi kembali menyeret perdebatan yang lebih luas mengenai etika kekuasaan dan kepentingan negara.

Pakar Hukum Tata Negara Prof Denny Indrayana bahkan melontarkan kritik menohok terhadap Jokowi.

Ia menyebut Jokowi tidak layak disebut sebagai seorang negarawan karena dianggap lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan keluarga dalam sejumlah persoalan.

Hal ini menambah daftar panjang penilaian buruk terhadap Jokowi. Sebelumnya dia jiga disebut raja ‘pembohong’ oleh pihak yang tidak puas dengan kinerjanya.

Denny menjadikan polemik ijazah sebagai salah satu alasan yang menurutnya memperkuat penilaian tersebut.

Baginya, seorang negarawan seharusnya mampu menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun keluarga.

Denny: Jokowi Punya Relawan hingga Setelah Jadi Presiden

Denny blak-blakan menyentil keberadaan relawan Jokowi yang tidak hanya muncul ketika proses pencalonan presiden berlangsung.

Ia mengatakan, secara umum relawan identik dengan masa kontestasi politik ketika seseorang masih berstatus sebagai calon presiden.

“Dalam sejarah republik, baru sekali ini ada presiden, punya relawan, pada saat jadi capres, pada saat presiden, dan setelah menjadi presiden,” ujar Denny, dikutip fajar.co.id, Minggu (23/8/2026).

Lanjut Denny, relawan semestinya hadir ketika seorang tokoh sedang mengikuti kompetisi politik.

Setelah terpilih menjadi presiden, seorang pemimpin seharusnya berdiri sebagai pemimpin bagi seluruh rakyat.

“Kenapa? Relawan itu adanya pada saat capres mas, pada saat ada kompetisi mas. Di situlah ada seorang relawan,” ucapnya.

“Begitu dia menjadi presiden, dia presiden seluruh rakyat Indonesia, setelah selesai jangankan setelah selesai pada saat menjadi presiden beliau punya relawan,” sambung dia.

Denny Jelaskan Makna Seorang Negarawan

Denny kemudian menjelaskan standar yang ia gunakan ketika menyebut seseorang sebagai negarawan.

Menurut dia, seorang negarawan harus mampu mengutamakan kepentingan negara dibandingkan kepentingan pribadi maupun keluarga.

“Setela beliau masih punya relawan, negarawan adalah orang yang meletakkan negara di atas kepentingan keluarga dan pribadinya,” tukasnya.

Denny kemudian mengaitkan pandangan tersebut dengan polemik ijazah Jokowi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ia menekankan bahwa polemik ijazah menjadi salah satu contoh yang memperkuat kritiknya terhadap Jokowi.

Tambahnya, persoalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan bahkan melibatkan berbagai institusi negara.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *