News

Andrew Kalaweit: Hutan Kalimantan Sengaja Dibakar



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kabut asap kembali menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kalimantan seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi tersebut tidak hanya memicu perhatian pemerintah, tetapi juga mendapat sorotan dari aktivis lingkungan Andrew Kalaweit.

Putra aktivis lingkungan Chanee Kalaweit itu menyinggung persoalan pembukaan lahan yang dinilainya berkaitan erat dengan terjadinya kebakaran.

Dikatakan Andrew, kebakaran hutan tidak semestinya dianggap sebagai peristiwa yang terjadi begitu saja secara alami.

Melalui unggahannya di media sosial Threads, Andrew turut membandingkan pola pembukaan lahan tradisional dengan praktik pembukaan lahan dalam skala besar yang terjadi saat ini.

Ia menilai, pembukaan lahan untuk kebutuhan bercocok tanam memang telah dilakukan masyarakat sejak lama.

Namun, kata dia, kondisi saat ini telah mengalami perubahan karena sebagian pembukaan lahan ditujukan untuk perkebunan kelapa sawit.

Andrew Kalaweit Singgung Penyebab Karhutla

Andrew mengatakan praktik berladang tradisional untuk menanam padi sebenarnya bukan persoalan selama dilakukan dengan metode yang tepat.

Namun, ia mempertanyakan pembukaan lahan yang terjadi saat ini karena menurutnya sebagian besar tidak lagi diperuntukkan bagi tanaman pangan.

“Hutan tidak terbakar dengan sendirinya,” tulisnya melalui unggahan di akun Threads @andrewkalaweit.

Andrew kemudian menyinggung perubahan tujuan pembukaan lahan yang menurutnya kini banyak diarahkan untuk perkebunan kelapa sawit.

“Bagian besar pembukaan lahan saat ini bukan untuk tanam padi, lahan di buka untuk tanam sawit,” sambungnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Andrew di tengah kembali munculnya karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan yang menyebabkan kabut asap dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Prabowo Terima Laporan Ribuan Hotspot

Persoalan karhutla juga menjadi perhatian pemerintah. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menerima laporan mengenai ribuan titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat.

Laporan tersebut disampaikan Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo saat rapat penanganan karhutla di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam rapat itu, Bulo memaparkan hasil pemantauan titik panas selama 24 jam berdasarkan data satelit.

Hasil pemantauan menunjukkan terdapat 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat.

Jumlah tersebut belum termasuk 3.100 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah serta 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.

Pemerintah Kembali Siapkan Modifikasi Cuaca



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *