News

Andi Azwan Balik Sorot Denny Indrayana yang Kejar Ijazah Gibran Rp250 Juta, Singgung Pilkada hingga MK



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik mengenai latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat. Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana terus mempertanyakan dokumen pendidikan Gibran hingga membuka sayembara dengan hadiah yang kini disebut mencapai Rp250 juta.

Sikap Denny tersebut mendapat sorotan dari Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara, Andi Azwan. Ia menilai intensitas Denny dalam mempersoalkan ijazah Gibran perlu dilihat bersama rekam jejak politik dan aktivitasnya di ruang publik.

“Denny begitu berapi-api yah, getol sekali untuk mengulik ijazah dari Mas Gibran. Hal itu dilakukan dengan melakukan sayembara yang sekarang sudah mencapai Rp250 juta,” ujar Andi, dikutip Sabtu (15/8/2026).

Andi kemudian mengungkit perjalanan Denny yang disebut pernah menjadi kader partai politik, mengikuti kontestasi Pilkada Kalimantan Selatan, hingga maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai Demokrat pada Pemilu 2024.

Menurut Andi, berbagai upaya tersebut tidak berujung pada kemenangan. Ia juga mengaitkan perjalanan Denny dengan keterlibatannya dalam perkara yang berkaitan dengan polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Ia mencoba lagi peruntungan sebagai Caleg dari Demokrat. Juga gagal kembali. Setelah itu dia berangkat ke Australia. Ini yang menarik, terus tiba-tiba muncul di kasus ijazah pak Jokowi” kata Andi, dikutip Sabtu (15/8/2026).

Andi menyebut Denny kemudian terlihat mendampingi Roy Suryo dalam perkara yang berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi. Ia mengatakan Denny sempat aktif muncul di sejumlah stasiun televisi sebelum kembali jarang terlihat dalam pemberitaan.

“Kalau tidak salah ia mendampingi Roy Suryo. Ada beberapa bulan muncul di stasiun televisi kemudian menghilang kembali,” terangnya.

Andi Singgung Perkara Denny di MK

Selain rekam jejak politik, Andi turut menyinggung langkah hukum yang pernah ditempuh Denny di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2020.

Andi menyebut permohonan tersebut diajukan ketika MK dipimpin Anwar Usman, yang merupakan paman Gibran. Menurut dia, permohonan Denny ketika itu ditolak.

“Di 2020, mengajukan di mahkamah saat itu ketuanya pak Anwar Usman. Yang terjadi ditolak permohonan Denny,” ungkapnya.

Andi menilai rangkaian perjalanan tersebut penting dicermati publik ketika melihat kembali keterlibatan Denny dalam polemik dokumen pendidikan Gibran.

Menurutnya, kemunculan Denny dalam isu tersebut juga dapat dikaitkan dengan upaya membangun kembali eksistensi di ruang publik.

“Jadi kalau kita lihat di sini, ini adalah semacam pansos lah,” kuncinya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *