News

Guru Indonesia Kekurangan 561 Ribu, P2G Kritik Pidato Prabowo Tak Bahas Pendidikan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kabid Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, mengutip pemaparan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) terkait kondisi guru di Indonesia.

Menurutnya, saat ini jumlah guru PNS di sekolah tersisa sekitar 858 ribu orang, guru PPPK sebanyak 1,1 juta orang, dan guru non-ASN atau honorer sebanyak 172 ribu orang.

“Kebutuhan guru tahun 2026 masih kurang 561 ribu. Jika dibiarkan, tahun 2029 kebutuhan guru membengkak jadi 900 ribu,” kata Iman, dikutip Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, pidato Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus 2026 tidak berarti banyak bagi dunia pendidikan karena persoalan kekurangan guru tidak dibahas.

“Saya bukan hanya bicara tentang nasib guru. Tapi nasib anak-anak kita di sekolah negeri, yang mungkin gurunya tidak pernah ada,” ujarnya.

Ia khawatir kondisi tersebut dapat menyebabkan learning loss pada siswa karena tidak tersedianya guru selama proses pembelajaran.

“Selama setahun ini, anak-anak kita mungkin saja learning loss, bukan karena virus atau bakteri yang menyebabkan pandemik. Karena tidak ada gurunya. Meskipun bakteri lain bisa datang ke sekolah dalam bentuk makanan beracun,” jelasnya.

Iman juga menyoroti paparan Kementerian Agama (Kemenag) terkait guru madrasah.

“Sementara, dari Kemenag presentasi masih membahas soal ikhlas, passion, dan nyinyir sama guru madrasah yang menuntut kesejahteraan, dan sibuk membahas dedikasi guru madrasah. Terus membandingkan guru madrasah dengan guru Finlandia,” tandasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *