News

Anthony Budiawan: Klaim Ekonomi Kuat Tidak Sejalan, Rupiah Terus Melemah



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, kembali mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah.

Ia menyebut bahwa klaim fundamental ekonomi Indonesia yang disebut kuat tidak sepenuhnya tercermin pada pergerakan kurs yang justru terus tertekan.

Klaim Fundamental Ekonomi Kuat Diragukan

Dikatakan Anthony, pernyataan otoritas yang menyebut rupiah undervalued dan berpotensi menguat justru menunjukkan arah berbeda di pasar.

Lanjutnya, Bank Indonesia dan pemerintah selama ini menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat solid. Bahkan, rupiah disebut berpotensi menguat karena dinilai terlalu murah.

“Bank Indonesia dan Pemerintah selalu mengklaim fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Mereka mengatakan bahwa kurs rupiah seharusnya menguat karena saat ini terlalu murah, undervalued,” ujar Anthony kepada fajar.co.id, Minggu (5/4/2026).

Ia juga menyinggung proyeksi penguatan rupiah yang pernah disampaikan.

“Mereka bahkan mengatakan rupiah bisa tembus di bawah Rp15.000, atau bahkan Rp12.000 per dolar AS. Jokowi pernah berilusi rupiah kembali ke bawah Rp10.000 per dolar AS,” tukasnya.

Diungkapkan Anthony, optimisme tersebut biasanya didukung oleh besarnya cadangan devisa.

“Mereka merujuk cadangan devisa Indonesia yang relatif besar sebagai pendukung. Rupiah seharusnya mengapresiasi,” ucapnya.

Rupiah Justru Tergelincir

Anthony menilai fakta menunjukkan kondisi berbeda karena nilai tukar justru melemah.

“Tapi fakta berkata lain. Rupiah terus tergelincir, kini tembus Rp17.000 per dolar AS. Mengapa bisa begini? Ternyata, cadangan devisa kita menggelembung terus oleh utang luar negeri,” jelasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *