News

MBG Bakal Jadi Senjata “Bumerang” Bagi Prabowo, Siapapun Wakilnya Bakal Tumbang di Pilpres 2029, Jika Hal Ini Gagal



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menyoroti dinamika menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Menurut dia, siapa pun pasangan Presiden Prabowo Subianto pada kontestasi mendatang akan menghadapi tantangan politik yang berat.

Dedy mengaitkan hal tersebut dengan keberhasilan program-program strategis nasional pemerintahan Prabowo, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai penyelesaian berbagai program pemerintah akan menjadi salah satu hal yang diperhatikan masyarakat.

“Kalau menurut saya, siapa pun pasangan Prabowo Subianto di tahun 2029 akan sangat berat jika program-program strategis nasionalnya tidak segera di bereskan,’ tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (17/9).

Menurut Dedy, apabila program seperti MBG dapat berjalan sesuai target, masyarakat akan memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan pilihan politik pada Pilpres 2029.

“Kalau program seperti MBG benar-benar di bereskan, maka rakyat Indonesia akan dengan hati memilih beliau untuk periode ke dua,” imbuhnya.

Pemerintah sendiri menempatkan MBG sebagai salah satu program prioritas nasional. Presiden Prabowo pada Juni 2026 menyebut program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi sekaligus kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dedy Sebut Banyak Tokoh Berpotensi Muncul

Dedy kemudian menyebut sejumlah nama yang menurutnya berpotensi masuk dalam dinamika politik menuju Pilpres 2029.

Nama-nama tersebut antara lain Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

“Ada AHY, ada KDM, ada Pramono, ada Anies, ada Ganjar, ada Ahok, ada Purbaya, ada Muhaimin, ada Bahlil, ada Gibran, dan ada politisi perempuan dari Timur yang juga sedang bersinar,” ungkap Dedy.

Penyebutan nama-nama tersebut merupakan pandangan Dedy mengenai figur yang dinilainya berpotensi muncul dalam dinamika politik 2029. Hal itu tidak serta-merta menunjukkan bahwa para tokoh tersebut telah menyatakan pencalonan atau ditetapkan sebagai peserta Pilpres 2029.

Pilpres 2029 Dinilai Bisa Hadirkan Banyak Wajah Baru

Dedy menilai 2029 berpotensi menjadi momentum munculnya lebih banyak figur politik dengan agenda perubahan.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan adanya ruang bagi tokoh-tokoh baru untuk menawarkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan nasional.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *