Babak Baru Kasus Kuota Haji, Tubuh Eks Menpora Dito Ariotedjo Makin Ramping saat Diperiksa KPK

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Langkah kaki Dito Ariotedjo saat keluar dari Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (30/6/2026) sore, terasa berbeda.
Bukan hanya karena ia baru saja tuntas melahap rentetan pertanyaan dari tim penyidik terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan periode 2023–2024, melainkan karena penampilannya yang sukses membuat pangling siapa saja yang melihatnya.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu tampak jauh lebih ramping, kontras dengan perawakan bongsor yang selama ini menjadi ciri khasnya di depan publik. Perubahan drastis ini seketika mengalihkan perhatian awak media dari peliknya perkara hukum ke transformasi fisiknya yang mencolok.
Sambil melempar senyum, Dito blak-blakan mengenai rahasia di balik tubuh langsingnya yang kini menjadi sorotan.
“Saya balik ke pola zaman saya disiplin dulu,” ungkap Dito di hadapan jurnalis. “Makan saya batasi maksimal 800 sampai 1.000 kalori per hari, olahraga setiap hari. Camilan sangat minim. Kuncinya ada pada asupan gizi dan kemauan menahan lapar.”
Komitmen ekstrem itu membuahkan hasil yang tidak main-main. Dito mengaku angka di timbangannya sudah merosot tajam. “Sejauh ini sudah turun 40 kilogram. Saya kan sempat naik berat badan sepanjang tahun 2020 sampai 2023 lalu, itu hampir 50 kilogram,” tuturnya mengenang masa-masa saat tubuhnya mencapai puncak berat ideal yang berlebih.
Di Balik Ruang Steril KPK: Dari MBS hingga Peran Mertua
Namun, sejenak melupakan urusan kalori dan timbangan, kedatangan Dito ke komisi antirasuah hari itu tetaplah untuk urusan yang serius. Ia dipanggil untuk memberikan kesaksian terkait terbitnya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) yang baru dalam sengkarut pengelolaan kuota haji tambahan.
“Tadi ini pemeriksaan buat Sprindik yang baru,” jelas Dito.
Menurutnya, materi pemeriksaan yang disodorkan penyidik kali ini sebenarnya merupakan pendalaman dari pemeriksaan terdahulu pada 23 Januari.
Fokus utama KPK masih berkutat pada bagaimana mekanisme di balik layar mengenai jatah kuota haji tambahan yang digelontorkan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia.
Benang merah keterlibatan Dito dalam pusaran informasi ini rupanya tak lepas dari posisinya di masa lalu serta jaringan keluarganya. Ia berada di episentrum momentum penting saat diplomasi kuota tersebut terjadi di Timur Tengah.
“Lebih karena waktu itu kan saya ada dalam lokasi di Arab Saudi pas pertemuan dengan MBS (Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman). Dan kan kebetulan mertua juga terkait dengan asosiasi, jadi penyidik lebih menggali ke situ,” pungkas Dito sebelum menyudahi sesi wawancara dengan sejumlah wartawan.
Source link
