News

Media Singapura Angkat Judul ‘Sell Indonesia’ di Tengah Anjloknya Rupiah dan IHSG, Analis Soroti Risiko ‘Downgrade’ Pasar Saham



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia tengah menghadapi tekanan hebat. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dilaporkan terus melemah hingga menembus angka Rp18.000.

Paralel dengan kejatuhan mata uang garuda, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan kinerja buruk dengan koreksi tajam hingga minus 35,8% sejak awal tahun (year-to-date). Bahkan, media Singapura menuliskan judul besar “Sell Indonesia” atas kondisi ekonomi RI.

Kondisi kritis ini diangkat oleh konten kreator sekaligus pengamat finansial, David Noah, melalui akun Instagram pribadinya @davidnoahl, dikutip fajar.co.id pada Jumat (5/6/2026).

Dalam unggahan video singkatnya yang viral tersebut, David menyoroti salah satu pemicu utama di balik kepanikan pasar modal saat ini, yaitu adanya risiko penurunan peringkat (downgrade) indeks investasi.

Ancaman Downgrade dan Dampaknya ke Pasar Modal

Dalam analisis visualnya, David menjabarkan dampak domino apabila lembaga pemeringkat internasional atau penyedia indeks global menurunkan kelas pasar saham Indonesia.

Salah satu sentimen negatif yang santer terdengar di pasar baru-baru ini adalah penyesuaian bobot saham Indonesia di indeks global seperti MSCI, yang memicu aksi jual masif oleh investor asing.

“Kalau memang ada downgrade,” ujar David dalam potongan video tersebut sambil menunjukkan papan tulis berisi analisis Index Rating (seperti Moody’s, S&P, Fitch).

Secara umum, penurunan rating atau pengurangan bobot dalam indeks global memiliki dampak sistemik, di antaranya:

-Capital Outflow Masif: Investor institusi asing yang mengacu pada indeks global akan dipaksa menjual portofolio saham mereka di Indonesia secara otomatis.

-Tekanan pada Rupiah: Aksi jual saham oleh asing memicu konversi dana dari Rupiah kembali ke Dolar AS, yang semakin memperparah pelemahan nilai tukar hingga ke level Rp18.000.

-Krisis Kepercayaan: Downgrade mencerminkan meningkatnya risiko berinvestasi di suatu negara, baik dari sisi makroekonomi, kebijakan fiskal, maupun stabilitas politik.

Respons Publik: Kekhawatiran Ekonomi Nyata

Unggahan tersebut langsung memicu gelombang diskusi di kolom komentar. Hingga saat ini, video tersebut telah mendapatkan lebih dari 10 ribu suka dan ratusan komentar dari netizen yang mengekspresikan kekhawatiran mereka terhadap daya beli masyarakat dan nasib investasi ritel di dalam negeri.

Kombinasi antara melemahnya Rupiah ke level psikologis baru dan anjloknya IHSG lebih dari sepertiga nilainya sejak awal tahun menjadi alarm keras bagi perekonomian nasional.

Publik di Indonesia saat ini tengah menanti langkah taktis dan intervensi nyata dari Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meredam volatilitas dan mengembalikan kepercayaan pasar. (sam/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *