Made Supriatma: Apa Kompetensi Nanik Deyang Selain Nyinyir Bela Prabowo?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Peneliti ISEAS Yusof Ishak Institute, Made Supriatma, menanggapi pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini.
Supriatma mengatakan pencopotan Dadan Hindayana dapat dipahami mengingat berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, Supriatma menganggap persoalan yang terjadi tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Dadan seorang.
Sebut Dadan Tidak Bekerja Baik
Supriatma menegaskan bahwa Dadan menghadapi tugas yang sangat besar dan kompleks sejak awal pembentukan BGN.
“Ini lelucon apa lagi? Kalau Dadan Hindayana dicopot, saya kira pantas. Dia tidak bekerja dengan baik,” ujar Supriatma, dikutip fajar.co.id, Rabu, 3 Juni 2026.
Meski demikian, ia menilai akar persoalan berada pada desain program yang sejak awal disusun dalam waktu singkat.
Menurut Supriatma, program dengan sasaran lebih dari 80 juta penerima manfaat semestinya dipersiapkan melalui perencanaan kelembagaan yang matang.
“Anda bisa bayangkan sebuah program dengan jangkauan lebih dari 80 juta orang dirancang hanya dalam waktu beberapa bulan, dikerjakan secara tergesa-gesa,” tukasnya.
Penunjukan Dadan sebagai Kepala BGN Disoal
Supriatma juga mempertanyakan keputusan menunjuk Dadan sebagai pimpinan BGN sejak awal.
Baginya, lembaga yang mengelola program berskala nasional membutuhkan figur dengan pengalaman operasional yang kuat, terutama dalam pengelolaan rantai pasok.
“Dan kemudian pilihan presiden kepada Dadan. Mengapa Dadan? Mengapa tidak memilih seorang CEO yang punya pengalaman mengurusi operasi-operasi besar, tahu persis supply chain, dan tahu persis di mana letak bottleneck serta kecurangan akan dimainkan?” timpalnya.
Ia menekankan bahwa latar belakang akademik Dadan tidak cukup untuk menghadapi tantangan operasional di lapangan.
“Dadan hanya seorang akademisi. Dia bukan seorang operator dan pemain lapangan,” jelasnya.
Meski mengakui Dadan memiliki tanggung jawab atas berbagai persoalan yang terjadi, ia kembali menegaskan bahwa kesalahan tidak hanya berada pada individu yang ditunjuk.
“Akan tetapi, sekali lagi, ini tidak melulu salah Dadan. Ini adalah salah presiden yang menunjuknya,” timpalnya.
Pertanyakan Kompetensi Nanik S. Deyang
Selain mengomentari pencopotan Dadan, ia juga menyoroti sosok yang disebut akan menggantikannya, yakni Nanik S. Deyang.
Ia mengaku terkejut mendengar kabar tersebut dan langsung mempertanyakan kapasitas Nanik untuk memimpin lembaga yang mengelola anggaran besar negara.
Source link
