Saiful Mujani Prediksi Maksimal 4 Pasangan Capres jika UU Pemilu Wajibkan Koalisi 2 Partai

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, memprediksi jumlah pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada pemilihan presiden mendatang bisa maksimal hanya empat pasangan jika DPR mengesahkan Undang-Undang (UU) Pemilu yang mewajibkan pencalonan presiden didukung minimal dua partai politik di DPR.
“Kalau benar Gerindra, Golkar, PKB, PAN nyalonin Prabowo, maka pasangan maksimal hanya akan tiga. PDIP mungkin terpaksa koalisi dengan NasDem karena dengan Demokrat dan PKS hampir tidak mungkin,” kata Saiful Mujani, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, Partai Demokrat berpeluang berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Jika skenario tersebut terwujud, Pilpres berpotensi diikuti tiga pasangan calon.
Namun, jika PDIP tidak ingin berkoalisi dengan NasDem, partai berlambang banteng moncong putih itu mungkin bergabung dengan Gerindra dengan mengusung calon wakil presiden dari PDIP.
“Apakah NasDem akan gabung Demokrat dan PKS? Mungkin, asal peluang menang cukup terbuka. Kalau ini yang terjadi, maka pasangan calon hanya dua: Prabowo-Puan/Pram versus AHY-Anies/tokoh independen, atau Anies-AHY,” tuturnya.
Saiful berharap DPR segera memutuskan UU Pemilu agar masih tersedia waktu untuk melakukan koreksi melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menginginkan aturan yang lebih inklusif sehingga membuka peluang bagi lebih banyak calon berkualitas untuk berkontestasi dalam pemilihan presiden.
“Saya berharap DPR segera putuskan UU Pemilu itu biar ada waktu untuk koreksi di MK dengan UU yang lebih inklusif untuk merekrut calon-calon lebih baik, dengan UU yang membolehkan tiap partai mencalonkan pasangan sehingga calon menjadi lebih banyak,” tambahnya.
Menurut Saiful, PDIP, Demokrat, dan NasDem berpeluang mengusung calon masing-masing jika aturan pemilu memberikan ruang pencalonan yang lebih luas.
Ia juga menilai sosok KDM berpotensi diakomodasi sesuai dengan kehendak mayoritas rakyat apabila Gerindra tetap memaksakan Prabowo sebagai calon presiden. Saiful menyebut persoalan ini sebagai salah satu agenda politik utama dalam dua tahun ke depan.
“Suka ataupun tidak,” ujarnya.
Elite Partai Dukung Prabowo Dua Periode, Pemilih Justru Minim
Di sisi lain, Saiful menyoroti sikap Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN yang menyatakan akan mendukung Prabowo Subianto untuk menjabat presiden selama dua periode.
Menurutnya, dukungan elite partai tersebut belum tentu mencerminkan pilihan para pemilih partai masing-masing.
Ia merujuk pada hasil survei nasional SMRC Oktober 2026 yang menunjukkan persentase pemilih dari empat partai tersebut yang memilih Prabowo masih relatif rendah.
Source link
