Mantan Guru Gibran: Saya Sakit Hati, Wajar Banget Kalau Sekolah di Singapura

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Polemik latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan terkait persyaratan pendidikan calon presiden dan wakil presiden.
Di tengah perdebatan tersebut, mantan guru Gibran saat bersekolah di SMP Negeri 1 Surakarta, Rohwati, menyampaikan kesaksiannya mengenai kemampuan akademik dan sikap Gibran semasa menjadi siswa. Sementara itu, Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menegaskan sikapnya yang menghormati putusan MK sekaligus mengingatkan bahwa sistem pendidikan di setiap negara berbeda.
Rohwati mengaku tidak menerima anggapan yang menyebut Gibran tidak lulus pendidikan setingkat SMA. Ia menilai tudingan tersebut tidak sesuai dengan kesannya terhadap Gibran selama mengajar pada periode 1999–2002.
“Kalau saya agak sakit hati. Nggak mungkin terjadi. Sekelas Pak Jokowi putranya tidak lulus SMA saya tidak mungkin. Terutama saya sebagai gurunya saya termasuk yang tidak terima. Bukan anak bodoh anak titipan. Dan memang keterima murni semua,” ujar Rohwati, dikutip Senin (12/10/2026).
Menurut Rohwati, Gibran diterima di SMPN 1 Surakarta karena kemampuan akademiknya, bukan karena status atau pengaruh orang tuanya. Ia menggambarkan Gibran sebagai siswa yang memiliki kemampuan belajar cukup baik.
Rohwati juga menilai keputusan Gibran melanjutkan pendidikan ke Singapura bukan sesuatu yang mengejutkan. Ia mengingat kemampuan bahasa Inggris Gibran yang dinilainya baik sejak masih bersekolah di SMP.
“Saya sering mencocokkan dengan Bahasa Inggris termasuk bagus. Makanya ke luar negeri. Wajar banget kalau sekolah di Singapura,” katanya.
Selain bahasa Inggris, Rohwati menyebut Gibran memiliki kemampuan bahasa Jawa yang juga baik.
“Bagus. Mas Gibran termasuk Bahasa Jawanya juga bagus. Biasanya anak-anak yang Bahasa Jawanya bagus Bahasa Inggrisnya juga bagus,” ujarnya.
Di luar kemampuan akademik, Rohwati mengingat Gibran sebagai siswa yang santun dan menghormati guru. Sikap tersebut, menurut dia, tetap ditunjukkan Gibran meski telah menduduki jabatan publik.
“Kebetulan Pak Jokowi anaknya mengikuti adat. Yang saya tahu sopan banget. Terutama kalau sama guru,” kata Rohwati.
Ia bahkan mengaku pernah melihat Gibran tetap mencium tangan gurunya ketika sudah menjabat Wali Kota Solo.
“Bahkan sudah jadi Wali Kota saya masih guru ketika tahu cium tangan kalau ketemu gurunya. Dari SMP itu kesan sangat menonjol,” tuturnya.
Jokowi Hormati Putusan MK
Di tengah munculnya berbagai tanggapan mengenai riwayat pendidikan Gibran, Jokowi menyatakan menghormati putusan MK beserta tahapan dan pertimbangan hukum yang menyertainya.
Source link
