Ferdinand Hutahaean: Demokrasi Selalu Punya Dua Sisi, Ada yang Ingin Prabowo Jatuh dan Ada yang Bertahan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kemunculan sekelompok massa pada malam 27 Agustus 2026 yang datang menggunakan truk dan mengenakan ikat kepala masih menjadi perbincangan di media sosial.
Sejumlah unggahan bahkan terus mengaitkan kelompok tersebut dengan organisasi masyarakat GRIB Jaya besutan Hercules Rosario.
Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, turut memberikan pandangannya terkait kemunculan kelompok massa tersebut.
Ferdinand mengaku tidak mengetahui apakah orang-orang yang terlihat dalam sejumlah video yang beredar di media sosial benar merupakan bagian dari GRIB Jaya.
Namun, ia memandang kehadiran kelompok tersebut sebagai respons terhadap situasi yang terjadi di tengah rangkaian demonstrasi dan kericuhan.
Mengaku Tidak Tahu Massa dari GRIB atau Bukan
Ferdinand mengatakan banyak pihak yang meminta tanggapannya mengenai kelompok massa tersebut.
Ia kemudian menilai dalam kehidupan demokrasi selalu terdapat kelompok masyarakat dengan pandangan dan kepentingan yang berbeda.
“Orang bertanya kepada saya, bang apa pendapatmu tentang ini? Saya mau mengatakan bahwa ketika ada sekelompok orang yang tidak menyukai pemerintah, maka di sisi lain akan ada juga orang yang mencintai pemerintah,” ujar Ferdinand, dikutip fajar.co.id, Minggu (30/8/2026).
Dijelaskan Ferdinand, ketika terdapat kelompok yang menginginkan pergantian kekuasaan, maka akan muncul pula kelompok lain yang ingin mempertahankan pemerintah.
“Ketika ada sekelompok masyarakat yang menginginkan kejatuhan pemerintah, maka wajar di kelompok lain akan ada yang mempertahankan pemerintah,” tukasnya.
Ia juga menekankan bahwa hal serupa dapat terjadi ketika muncul kelompok yang melakukan tindakan anarkistis.
“Ketika di kelompok yang berbeda, ada yang ingin menciptakan kerusuhan,” Ferdinand menuturkan.
“Maka di kelompok yang berbeda. Akan ada juga kelompok yang melawan para anarkis yang ingin membuat kerusuhan,” tambahnya.
Ferdinand menegaskan dirinya tidak dapat memastikan identitas kelompok massa yang ramai dibicarakan tersebut.
“Saya melihat bahwa kehadiran masyarakat tersebut. Terlepas dari mereka siapa. Karena saya pun tidak tahu mereka masyarakat Grib atau bukan,” imbuhnya.
Sebut Massa Tidak Ingin Kota Dibuat Kacau
Meski tidak mengetahui identitas kelompok tersebut, Ferdinand melihat orang-orang dalam video yang beredar sebagai kelompok masyarakat yang tidak menginginkan kerusuhan terjadi.
“Siapapun mereka, bagi saya mereka adalah kelompok masyarakat yang mencintai kota ini dan tidak ingin kota ini dibuat kata bala oleh para anarkis yang menunggangi demo 27 Agustus,” ucap Ferdinand.
Source link
