Survei CELIOS: 75 Persen Responden Stres akibat Kebijakan Pemerintah Prabowo

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sebanyak 75 persen responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Temuan tersebut berasal dari survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan yang berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026.
Jurnalis Dandhy Laksono menanggapi hasil survei itu melalui unggahan bernada satire di media sosial X. Ia menyoroti kontras antara harapan terhadap pemimpin dan persepsi responden dalam survei tersebut.
“Pemimpin sumber inspirasi ❌. Pemimpin sumber stres ✅,” tulis Dandhy, sebagaimana dikutip dalam laporan Fajar.co.id, Selasa (13/10/2026).
Direktur Utama CELIOS, Bhima Yudhistira, menyampaikan temuan mengenai tingkat stres responden tersebut pada Senin (12/10/2026).
“75 persen responden merasa stres akibat kebijakan yang dibuat pemerintah,” kata Bhima.
67 Persen Responden Merasa Stres akibat Perilaku Prabowo
Selain kebijakan pemerintah, survei itu juga menyebut 67 persen responden merasa stres akibat perilaku Presiden Prabowo Subianto.
Namun, angka tersebut merupakan hasil survei sebagaimana diberitakan Fajar.co.id. Untuk memahami lebih jauh maknanya, diperlukan informasi mengenai rumusan pertanyaan, karakteristik responden, serta rincian hasil survei yang dipublikasikan penyelenggara.
Survei tersebut melibatkan 1.142 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan berbeda untuk kelompok masyarakat umum dan kelompok ahli, dengan metode pengambilan sampel yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok.
Untuk kelompok ahli, penyelenggara menggunakan metode snowball sampling, yakni perekrutan responden melalui jaringan atau rekomendasi responden sebelumnya guna menjangkau orang-orang dengan keahlian dan pengalaman yang relevan.
Bhima mengatakan penyusunan instrumen survei mencakup uji validitas dan reliabilitas serta penelaahan oleh pihak eksternal. Langkah tersebut, menurutnya, dilakukan untuk menjaga objektivitas pertanyaan dan kualitas pengukuran.
Hasil Survei Perlu Dibaca Sesuai Metodologi
Temuan mengenai tingkat stres responden menjadi gambaran persepsi kelompok yang disurvei terhadap kebijakan dan perilaku pemerintah. Meski demikian, angka tersebut tidak otomatis berarti 75 persen seluruh penduduk Indonesia mengalami stres.
Penilaian terhadap keterwakilan hasil survei perlu mempertimbangkan metode pemilihan responden, komposisi sampel, rumusan pertanyaan, serta pemisahan hasil antara masyarakat umum dan kelompok ahli.
Informasi lebih terperinci mengenai hasil survei dan metodologinya diperlukan untuk menilai sejauh mana temuan tersebut dapat menggambarkan pandangan masyarakat secara lebih luas.
Source link
