Survei LKPI: Efek Jokowi Mulai Ancam Dominasi Partai Senior, Lampaui Demokrat Selanjutnya PDIP

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Peta persaingan elektabilitas partai politik menuju Pemilu 2029 mulai menunjukkan dinamika baru. Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang selama ini lebih sering berada di kelompok partai dengan elektabilitas rendah, mulai mendekati sejumlah partai politik yang telah lama memiliki basis pemilih di tingkat nasional.
Berdasarkan survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), PSI memperoleh elektabilitas 4,3 persen. Angka itu sama dengan elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) dan sedikit lebih tinggi dibanding Partai Demokrat yang berada di angka 4,1 persen.
Temuan tersebut menjadi salah satu catatan menarik dalam peta politik menuju Pemilu 2029, terutama karena posisi PSI kini mulai beririsan dengan partai-partai yang memiliki sejarah panjang dalam kontestasi elektoral nasional.
Di papan atas, Partai Gerindra masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi. Partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu meraih 17,3 persen.
Gerindra hanya terpaut tipis dari PDI Perjuangan yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas 16,8 persen.
Setelah dua partai tersebut, persaingan terlihat lebih ketat. NasDem mencatat elektabilitas 7,3 persen, disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 6,2 persen, Partai Golkar 6,1 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,5 persen.
Sementara itu, PAN dan PSI sama-sama berada di angka 4,3 persen. Demokrat sedikit di bawahnya dengan 4,1 persen.
Jika melihat kelompok partai dengan elektabilitas di kisaran 4 persen, persaingan menuju ambang batas parlemen berpotensi menjadi salah satu arena yang menarik untuk diamati menjelang Pemilu 2029.
Masih Ada 22,5 Persen yang Belum Menentukan Pilihan
Meski sejumlah partai mulai menunjukkan posisi masing-masing, peta elektabilitas tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pilihan pemilih pada Pemilu 2029.
Pasalnya, masih terdapat 22,5 persen responden yang tidak memberikan jawaban ketika ditanya mengenai partai politik pilihannya.
Peneliti LKPI Irwan Ardiansyah mengatakan besarnya proporsi responden yang belum memberikan pilihan menunjukkan masih terbukanya ruang perubahan preferensi politik masyarakat.
“Sebanyak 22,5 persen responden tidak memberikan jawaban,” kata Irwan dalam keterangannya, Senin (5/10).
Menurut dia, angka tersebut menunjukkan masih terdapat kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan atau belum bersedia menyebutkan partai politik yang akan dipilih.
Kondisi ini membuat persaingan elektabilitas menuju 2029 masih sangat dinamis. Partai yang saat ini berada di posisi atas belum tentu mempertahankan posisinya ketika memasuki tahapan Pemilu 2029.
Source link
