Terungkap Mobil BYD Mudah Diretas, Peretas Bisa Operasikan Lampu hingga Kunci Pintu

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Mobil BYD menjadi sorotan setelah sistem perangkat lunaknya berhasil ditembus dalam pengujian keamanan siber di Australia.
Celah tersebut memungkinkan untuk mengakses sejumlah fungsi kendaraan yang terhubung dengan internet.
Pengujian dilakukan dalam program investigasi ABC Four Corners. Peneliti keamanan siber Dan Hreszczuk dari Fortify Labs dilibatkan untuk menguji sejauh mana sistem kendaraan dapat diakses dari luar.
Dalam pengujian tersebut, peneliti berhasil mengakses sejumlah fungsi pada BYD Shark 6. Di antaranya melacak lokasi kendaraan dan mengakses mikrofon di dalam kabin.
“Ternyata terlalu mudah. Saat saya berada di balik kemudi, bukan hanya saya yang mengendalikan mobil; seorang peretas juga memiliki akses ke mobil tersebut,” tulis jurnalis Angus Grigg dalam artikel yang ditayangkan ABC, dikutip dari news, Rabu (7/10/2026).
Tidak hanya itu, sejumlah fungsi kendaraan juga dapat dikendalikan dari luar. Lampu depan dan wiper termasuk bagian yang berhasil diakses dalam pengujian tersebut.
Pernyataan BYD
BYD Australia kemudian melakukan investigasi internal terhadap temuan tersebut. Perusahaan mengonfirmasi adanya cacat perangkat lunak pada sistem infotainment Shark 6.
“Dalam penyelidikan mereka, para insinyur BYD berhasil mereplikasi atau mengulang kembali dua hal, yaitu cacat perangkat lunak yang digunakan untuk mengaktifkan ADB, serta proses pemasangan aplikasi pihak ketiga yang tidak tepercaya setelahnya,” kata BYD Australia, dikutip TorqueCafe, Kamis (1/10/2026).
ADB atau Android Debug Bridge merupakan mekanisme yang digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkat berbasis Android. Teknologi tersebut juga digunakan untuk melakukan proses debugging pada perangkat.
BYD menjelaskan ADB sebenarnya dalam kondisi nonaktif secara bawaan. Fitur tersebut seharusnya hanya dapat diakses pihak berwenang menggunakan perangkat khusus.
Namun, peneliti menemukan celah pada perangkat lunak infotainment. Celah tersebut memungkinkan ADB diaktifkan melalui sistem infotainment kendaraan.
Setelah mendapatkan akses tersebut, peneliti dapat memasang aplikasi pihak ketiga yang tidak tepercaya ke sistem kendaraan. Hal ini kemudian membuka akses terhadap sejumlah fungsi dan informasi tertentu.
BYD menyebut akses terhadap beberapa informasi tetap memerlukan persetujuan pengguna. Termasuk ketika aplikasi meminta akses terhadap lokasi kendaraan dan mikrofon melalui antarmuka infotainment.
Meski begitu, temuan tersebut membuat BYD melakukan perbaikan pada sistem perangkat lunaknya. Perusahaan menyatakan telah menyelesaikan investigasi untuk mengetahui akar masalah.
Source link
