Balai Karantina Tawarkan Periksa Kesehatan Sapi di TPA Antang: Kita Ingin Pastikan Kesehatan Hewan yang Bakal Dikonsumsi

PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan menawarkan pemeriksaan kesehatan rutin gratis untuk ternak yang berada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Tamangapa atau TPA Antang.
Hal tersebut diungkapkan KepalaBalai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan Sitti Chadidjah. Saat penanaman 285 pohon di TPA Tamangapa, Makassar, Senin (5/10/2026).
Chadidjah mengatakan, bagaimanapun ratusan ternak yang kerap merangsek masuk ke TPA akan dikonsumsi untuk warga Makassar. Sekalipun pemilik ternak itu milik warga.
Karenanya, kata dia, sebagai lembaga yang mengurusi kesehatan hewan, pihaknya merasa punya tanggung jawab untuk memastikan kesehatan ternak tersebut.
“Kita ingin memastikan kondisi kesehatan hewan ini betul-betul sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat Makassar,” kata Chadijah saat sambutan.
Saat dikonfirmasi kembali, Chadidjah menegaskan pihaknya siap untuk memberikan pemeriksaan kesehatan rutin gratis untuk ternak yang ada.
Apalagi, menurutnya, hewan yang berada di TPA rentan terpapar mikro plastik dan kandungan berbahaya lainnya.
“Kami siap mendukung. Tadi sudah disampaikan bahwa hewan ternak di sini mendapatkan kekhawatiran untuk makanannya dari sampah atau dari plastik,” ujar Chadidjah.
Chadidjah mengaku pihaknya akan senag jika diberi kesempatan.
“Kami dengan senang hati diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan medis lagi hewan ternak yang ada dipelihara di TPA Antang ini,” imbuhnya.
Di lembaganya, Chadidjah mengaku punya fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.
“Kami punya kesempatan memiliki tenaga medis, paramedis, dan laboratorium yang ada di Karantina,” terangnya.
Saat ini, ternak tersebut dibuatkan kandang yang berada di kawasan TPA. Ternak yang disapi itu, menurut petugas TPA milik warga sekitar, jumlahnya mencapai ratusan.
Kandang yang disiapkan dilengkapi dengan kolam air minum. Pakannya berasal dari sampah organik yang diangkut dari pasar di Makassar.
(Arya/Fajar)
Source link
